Ragam Lainnya

CSR Bank Sumut Dukung Pengembangan Wisata Edukasi Mangrove

Sutrisno (kepala pelontos) sedang berfoto dengan pengunjung di depan Gapura dari CSR Ban Sumut

SEI RAMPAH, EDUNEWS.ID – Bantuan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Sumut, sangat bermanfaat untuk pengembangan objek wisata Mangrove Kampung Nipah di Desa Naga Lawan Dusun III Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Dana yang diserahkan sejumlah Rp 98.645.500 kini dimanfaatkan untuk melengkapi tata kelola objek wisata edukasi itu antara lain adalah untuk pembangunan Gapura, Galery, Track Bambu, Perehaban Tempat Pelelangan Ikan, Perehaban Perahu Penyebrangan dan Joglo Terapung.

“Alhamdulillah, dengan bantuan dana CSR Bank Sumut kami dapat mengembangkan objek wisata Mangrove Kampung Nipah ini dengan baik,” demikian ungkap Sutrisno Ketua KSU Muara Baimbai kelompok pengelola objek wisata ini.

Sutrisno mengungkapkan awalnya tidak pernah terpikir untuk mengajukan proposal bantuan kepada Bank Sumut untuk mendukung pengembangan objek wisata tersebut, namun karena dianjurkan oleh rekannya sesama aktivis yang berada di Kota Medan dan terus membantu prosesnya, akhirnya dana CSR itu pun diterima oleh objek wisata Mangrove Kampung Nipah melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Muara Baimbai selaku pengelola.

“Kami sangat bersyukur karena ada teman yang mau memberikan masukan membantu kami dalam memikirkan pengembanngan objek wisata ini ke depan, kami sangat berterima kasih sekali kepada saudara kami Leo Marbun, Direks P3MN Medan yang telah banyak memberikan masukan ide – ide kreatif sehingga kami bisa berhubungan dengan Bank Sumut dan dapat menerima bantuan CSR untuk objek wisata yang kami kelola,” ujar Sutrisno.

Baca juga :  Situs Sejarah Kelahiran Pertama Ditemukan di Mesir

Sutrisno yang akrab disapa Tris Zamansyah ini mengisahkan, sebelumnya tidak pernah melakukan kerjasama dengan pihak penyandang dana manapun untuk mendukung pengembangan tata kelola objek Wisata Mangrove Kampung Nipah, hanya kerjasama dengan LSM lokal saja yang terus dibangun untuk penguatan kapasitas SDM anggota kelompok pengelola KSU Muara Baimbai saja, dan sifanya bukan pendonor dana tapi dengan pelatihan dan workshop, kalau untuk pengelolaan biasanya dengan menggunakan uang kas kelompok yang dikutip dari retribusi pengunjung.

Diceritakannya, dulu, objek wisata ini hanya sebagai lokasi konservasi mangrove yang didirikan secara gotong royong oleh kelompok nelayan “Kayu Baimbai” dan ibu – ibu istri nelayan “Muara Tanjung”, kemudian dijadikan satu kelompok konservasi “Tani Hutan” yang focus pada penanaman mangrove dan membangun kelompok mulai dari tahun 2004 hingga 2009.

Gagasan penanaman mangrove ini dilatarbelakangi rusaknya lahan mangrove dipesisir pantai lantaran dampak abrasi dan masuknya tambak – tambak modern  rentang waktu 10 tahun pada 1980 sampai 1990, sehingga menggugah dirinya mengajak masyarakat untuk bekerjasama melakukan penanaman mangrove disekitar pantai di Desa Naga Lawan Dusun III yang sekarang menjadi objek Wisata Mangrove Kampung Nipah.

Selanjutnya pada tahun 2011 kelompok penggagas, “Tani Hutan” mulai bersama – sama merancancang mater plan untuk mendirikan objek wisata edukasi sebagai konsep wisata mangrove yang ditampilkan. Tak lama, muncul NGO BCI (British Council Indonesia) yang turun meninjau lokasi Mangrove Kampung Nipah, dan mengajak pengelola waktu itu untuk mengajukan proposal. Meski belum menjadi objek wisata kala itu, pihak pengelola, Tris Zamansyah berusaha untuk membuat proposal pengajuan sedemikian rupa agar lokasi masngrove ini dapat dibuka menjadi tempat wisata melalui bantuan – bantuan dari pihak ketiga.

Baca juga :  MAN 4 Jakarta Juara Kompetisi Robot TECHfest 2016

“Saat itu belum menjadi lokasi wisata, kita diundang mengajukan proposal, Alhamdulillah masuk 50 besar, kemudian masuk 20 besar, baru diundang ke Jakarta mengikuti work shop tentang membuat master plan objek wisata baru, kita dihibahkan bantuan seratus juta,” terang Tris.

“Dari situlah awal berdiri wisata Mangrove Kampung Nipah, uang yang dihibahkan BCI kita gunakan untuk membangun kawasan menjadi tempat wisata secara perlahan – lahan,” sambungnya.

Setelah mulai bangkit, baru kita urus izin di Pemkab Sergai, keluar retribusinya baru sekitar 2014 awal secara resmi kita buka sebagai objek wisata yang mengutamakan konsep edukasi yang dikelola oleh kelompok Tani Hutan yang dilebur lagi manjadi Koperasi Serba Usaha (KSU) Muara Baimbai, terang Sutrisno.

Akhirnya, Sutrisno menyimpulkan seluruh anggota KSU Muara Baimbai telah belasan tahun mengelola lokasi mangrove yang kritis dengan menanam serta merawat mangrove, meski diwarnai berbagai rintangan tetapi seluruh kelompok tetap berkomitmen hingga akhirnya terwujudlah objek wisata mangroove Kampoeng Nipah Berwawasan Edukasi yang pengelolaannya secara partisipasif melibatkan seluruh anggota kelompok dengan mengandalkan Swadaya didukung bantuan dari berbagai pihak termasuk Pemkab Sergai dan juga Bank Sumut melalui program CSRnya.

Baca juga :  Ini Kesimpulan Mengejutkan Ilmuwan Soal Tragedi WTC

“Kami  atas nama KSU Muara Baimbai  memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian Bank Sumut dengan menyalurkan bantuan melalui dana CSR Bank Sumut yang cukup bermanfaat bagi kelompok,” ungkap Sutrisno.

Dengan bantuan CSR Bank Sumut ini ke depan tentu kami ingin focus untuk penataan kawasan agar tetap kelihatan menarik, bersih tanpa sampah dan ingin menjadikan kawasan ini menjadi ikon wisata edukasi di Kabupaten Sergai yang sangat diminati  pengunjung,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama Bank Sumut melalui Kepala Kantor Cabang Bank Sumut Sei Rampah, Gama Cherri Al Halim menyampaikan bahwa  kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tinggi, Bank Sumut kepada masyarakat yang setiap tahunnya menyisihkan laba perusahaan yang disalurkan melalui program CSR salah satunya kepada KSU Muara Baimbai kelompok pengelola wisata Mangrove Kampung Nipah.

“Program CSR PT. Bank Sumut mencakup tiga pilar sasaran yaitu ekonomi, lingkungan hidup, pendidikan dan kewirausahaan dan program hari ini bersama KSU Muara Baimbai mencakup pilar pendidikan dan kewirausahaan sebesar Rp98.645.500, kepada pengurus dan anggota KSU Muara Baimbai sebagai penerima manfaat semoga dapat mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Gama.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!