Ragam Lainnya

Kasus ‘Belatung’ Mie Titi, Disperindag Makassar Lakukan Sidak

Aktifitas di RM Mie Titi

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap usaha Rumah Makan (RM) Mie Titi di Jalan Boulevard Panakkukang, Selasa (13/12/2016).

Satuan Tugas Sidak dilakukan Satgas Bidang Perdagangan dan Bidang Perlindungan Konsumen, Disperindag Kota Makassar. Sidak dilakukan sebagai respon terhadap laporan warga Kota Makassar sebelumnya yang menemukan belatung pada sajian sambal mie kering Mie Titi Boulevard Panakkukang.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar, Muhammad Fadli mengatakan dalam sidak dilakukan pemeriksaan sarana usaha Mie Titi dalam memproduksi atau mengolah mie kering menyangkut bahan yang digunakan, jumlah tenaga kerja dan kelayakan tempat usahanya demi memberikan rasa aman dan nyaman terhadap konsumen.

Baca juga :  Wow, Pacar Puji Bolu Ariel Tatum

“Dinas Perindag langsung melihat langsung kondisi di lapangan dalam hal kewenangan rekomendasi teknis penerbitan izin usaha melakukan tindakan cepat terkait dalam hal memberikan kepastian dan rasa aman bagi perlindungan konsumen,” kata Fadli.

Terkait mengenai peninjauan kembali izin usaha bahkan sampai penutupan, kata Fadli, menunggu koordinasi dan rekomendasi dari stakeholder terkait. “Kita tunggu yang mempunyai peranan secara langsung (menutup) dalam hal ini seperti Dinas Kesehatan, Balai POM, dan Badan Lingkungan Hidup,” kata Fadli.

Ditambahkan, apabila hasil investigasi ditemukan ada unsur kelalaian dalam hal perlindungan konsumen bukan hanya penutupan, tapi sanksi pidana.

“Malahan bisa kita tuntut pidana sesuai dengan UU No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” tegasnya.

Baca juga :  JK : Jika Kampus Hanya Banggakan Masa Lalu, Kampus itu Bermental Museum

Sementara itu, salah seorang Tokoh Pemuda Sulsel, Anwar Abugaza meminta pihak Disperindag menelusuri secara detail terkait kasus ‘belatung’ Mie Titi tersebut.

“Kasus ‘belatung’ Mie Titi ini jangan dianggap remeh, dan mesti ditindak tegas jika terdapat pelanggaran dalam perizinannya, termasuk faktor kelalaian sehingga higienitas dan kesehatan makanan bagi konsumen diabaikan,” pungkas mantan aktivis mahasiswa ini.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!