Komunitas

Aksi Sedekah Pendidikan Yayasan Tadrisul Ulum

PONTIANAK, EDUNEWS.ID – Yayasan Tadrisul Ulum merupakan salah satu yayasan yang ada di Desa Kubu Padi, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Yayasan ini terletak paling ujung dari Kabupaten Kubu Raya dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Landak. Yayasan Tadrisul Ulum bediri pada tahun 1991 yang dimulai dengan mendirikan Sekolah Dasar saja, dan pada saat itu masih berupa pesantren dan belum menjadi lembaga resmi.

Seiring berjalannya waktu (setelah 9 tahun berjalan) dengan memerhatikan keadaan dan kemauan warga yang membutuhkan akses pendidikan lanjutan lebih dari Sekolah Dasar (ibtidaiyah), selanjutnya yayasan ini mendirikan Mts dan MA pertama di Desa Kubu Padi. Yayasan ini merupakan yayasan swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Keadaan bangunan yayasan ini pun cukup memprihatinkan, memiliki 4 jenjang Pendidikan yaitu TK, SD, SMP, dan SMA tetapi hanya memiliki satu gedung utama. Sehingga kegiatan proses belajar mengajar siswa-siswi Yayasan Tadrisul Ulum harus bergantian waktunya pagi dan siang.

Disamping itu, yayasan ini hanya memiliki guru pengajar sebanyak 32 orang yang tergabung dan merangkap untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang. Sehingga mereka harus mengorbankan lebih banyak waktu dan tenaga untuk kemajuan Yayasan ini. Walaupun demikian, semangat dan usaha mereka yang tak pernah lelah untuk mengajar menjadikan Yayasan Tadrisul Ulum ini terus berdiri hingga saat ini. Selain hanya memiliki satu gedung utama untuk proses belajar mengajar, yayasan Tadrisul Ulum belum memiliki ruang perpustakaan.

Sebagaimana kita tahu, bahwa ruang perpustakaan merupakan media yang baik sebagai sarana prasarana belajar selain di kelas melalui buku-buku bacaan. Tidak seperti anak-anak di sekolah yang ada di perkotaan pada umumnya, mereka dapat menambah ilmu pengetahuan dengan mudah melalui buku-buku bacaan yang dapat mereka akses di perpustakaan. Bahkan setelah berdiri sekitar 25 tahun lamanya, Yayasan Tadrisul Ulum belum mampu mendirikan sebuah perpustakaan dikarenakan kendala biaya. Prasarana lain yang juga belum dimiliki oleh Yayasan Tadrisul Ulum adalah kantin.

“Saya setiap bulannya menyisihkan sedikit dari gaji saya untuk proses pembangunan kantin,” kata Kepala Sekolah Yayasan Tadrisul Ulum (Fauzan, 24 th) saat menemui pengurus Aksi Sedekah Pendidikan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Aksi Sedekah Pendidikan (ASP) Pontianak membuat suatu program untuk sedikit membantu permasalahan yang sedang dihadapi oleh Yayasan Tadrisul Ulum dengan turun langsung ke yayasan tersebut, sebagai salah satu aksi nyata dalam memperingati Hari Guru Nasional. Perayaan Hari Guru yang diperingati pada tanggal 25 November memang telah lewat, namun bukan berarti ia telah berakhir.

Guru tetaplah sosok pejuang bangsa yang tak pernah lelah mendidik generasi bangsa Indonesia menjadi generasi yang cerdas dalam segala bidang, guru akan selalu berjasa hingga kapanpun.Program yang bertemakan “Pendidikan dalam Keterbatasan” ini sontak membuat para siswa dan guru-guru di Yayasan Tadrisul Ulum antusias mengikuti rangkaian agenda yang dirancang oleh Tim ASP.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, pada hari Sabtu hingga Minggu, 3-4 Desember 2016. Kondisi jalan yang di luar ekspektasi membuat perjalanan dari Pontianak ke yayasan menjadi lebih lama, dikarenakan jalan yang begitu hancur, becek, dan jarak tempuh yang jauh. Perjalanan ini seakan jadi saksi bahwa sesulit apapun medan tempuhnya, pendidikan tetap nomor satu untuk diperjuangkan. Banyak kendala yang kami mulai dari kebocoran ban, kehabisan bensin, jatuh di perjalanan dikarenakan kondisi jalan yang sangat hancur dan mayoritas dari Tim ASP adalah perempuan.

Tetapi, semua kelelahan dan keluhan itu segera kami buang jauh-jauh dari benak kami. Kami membayangkan senyum ceria dan semangat wajah adik-adik siswa Yayasan Tadrisul Ulum yang tentu sudah menanti kami dari pagi, dan seketika itu semangat kami kembali menggelora. ‘Jadilah orang yang sebanyak-banyaknya memberi, bukan orang yang sebanyak-banyaknya meminta’ (Mengutip dari film Laskar Pelangi). Kalimat ini pula yang selalu menjadi penyemangat kami untuk terus dan tak pernah lelah untuk berbagi terutama di bidang Pendidikan. Agenda pertama yang kami lakukan di Yayasan Tadrisul Ulum adalah mengadakan kelas inspirasi untuk adik-adik siswa pada semua jenjang.

Kelas inspirasi ini di tangani langsung oleh beberapa pengurus ASP yang memberi beberapa materi tentang pentingnya memiliki sebuah cita-cita, motivasi belajar, dan minat baca yang harus ditumbuhkan sejak dini. Pada anak kelas 3 MTs dan MA diberikan materi tambahan khusus terkait tips dan trik menghadapi Ujian Nasional dan motivasi melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus memikirkan keterbatasan baik jarak maupun biaya. Setelah itu kami lanjutkan dengan bermain beberapa permainan di halaman sekolah, serta ada sebagian pengurus ASP yang mulai menata ruang perpustakaan.

Buku-buku yang digunakan untuk menata ruang perpustakaan berasal dari buku-buku hasil sumbangan sahabat dermawan, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, dan Lembaga Amil Zakat Bina Sejahtera (LABINAS). Buku-buku bacaan tersebut terdiri dari buku-buku pelajaran dari semua jenjang kelas, buku persiapan menghadapi ujian, pengetahuan umum, novel, dan lain sebagainya. Ruang perpustakaan kami tata semenarik mungkin agar siswa-sisi betah dan nyaman saat berada di Perpustakaan.
Tidak lupa pula kami pasang poster presiden Indonesia, poster-poster ilmu pengetahuan beserta quotes menarik sebagai penyemangat belajar siswa.

Malam harinya kami, para siswa, dan beberapa dewan guru nonton bersama sebuah film inspirasi pendidikan yaitu “Laskar Pelangi”, dengan harapan para siswa bisa terus bersemangat untuk belajar, menuntut ilmu setinggi mungkin, dan berusaha meraih mimpi walau berada di tengah keterbatasan. Hari kedua di Yayasan Tadrisul Ulum kami awali dengan kegiatan Olahraga dan senam bersama para siswa dan dewan guru.
Setelah olahraga bersama, kami menanam pohon di sekitar halaman Yayasan sebagai langkah awal penghijauan di lingkungan sekitar Yayasan yang memang sama sekali tidak terdapat pohon/tumbuhan hijau.

Kegiatan menanam pohon ini dimulai dengan memberikan salah satu bibit pohon dari direktur ASP, Indra Dwi Prasetyo, kepada Kepala Sekolah Yayasan Tadrisul Ulum.
Bibit pohon tanjung/tanaman penghijauan ini kami peroleh dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Para siswa sangat antusias dan senang dalam membantu proses penanaman bibit-bibit pohon. Kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan anak-anak akan pentingnya lingkungan yang asri dan hijau.

Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian perpustakaan yang telah dibuat oleh pengurus ASP, dan diresmikan langsung oleh Kepala Yayasan Tadrisul Ulum dan Direktur ASP dengan membuka pintu perpustakaan bersama-sama untuk pertama kalinya. Harapan kami dan para dewan guru di Yayasan Tadrisul Ulum, dengan adanya perpustakaan ini para siswa mempunyai media pembelajaran baru melalui buku-buku bacaan dan minat membaca mereka semakin meningkat,sehingga tidak ada lagi perbedaan antara siswa-siswa yang ada di sekolah perkotaan dengan yang ada di pedalaman.

Setelah itu, masuklah pada agenda kami yang terakhir yaitu pemberian donasi kepada para siswa yang berprestasi pada setiap jenjangnya, siswa terbaik selama agenda, dan para siswa yang menang dalam permainan. Setelah itu penyerahan penghargaan dari tim Aksi Sedekah Pendidikan yang diwakili oleh Direktur ASP kepada pihak Yayasan Tadrisul Ulum yang diwakili oleh Kepala Yayasan Tadrisul Ulum.
Penghargaan ini diberikan sebagai tanda terima kasih atas kesediaannya menjadi sekolah mitra dalam agenda ASP kali ini.

Pendidikan pada dasarnya hak setiap bangsa, setiap warga, setiap anak, dan siapapun itu. Pendidikan bukan berarti hanya belajar di dalam kelas. Pendidikan pun mengajarkan kita arti belajar sesungguhnya, yaitu bagaimana kita dapat berperan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan datangnya Tim ASP di Yayasan Tadrisul Ulum ini diharapkan dapat memberikan kesan, semangat, motivasi, dan membangkitkan mimpi setiap orang. Jumlah Tim ASP yang berjumlah 10 orang, seakan merasakan perjuangan Soekarno “Berikan aku 10 Pemuda, maka akan aku Guncangkan Negeri ini”.

Menjadi bagian pemuda yang berusaha untuk membangkitkan pendidikan di Negeri ini.
Mungkin, Ini hanya langkah kecil dari ASP, namun semoga dapat menjadi langkah besar untuk memajukan pendidikan di Yayasan Tadrisul Ulum, karena hal besar selalu berangkat dari hal-hal kecil yang mungkin orang lain lupakan.

 

Sumber : Tribun Pontianak

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!