Komunitas

HPMK Makassar Gelar Up-Grading di Baruga Pulau Kodingareng

Himpunan Pemuda Mahasiswa Kodingareng (HPMK) Makassar menggelar Up-grading anggota muda di Baruga Pulau Kodingareng, Sabtu-Minggu (26-27/06/2020).

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Himpunan Pemuda Mahasiswa Kodingareng (HPMK) Makassar menggelar Up-grading anggota muda dengan tema ‘kolaborasi dengan satu pijakan kaki yang dibingkai dengan semangat Primordialisme’ di Baruga Pulau Kodingareng, Sabtu-Minggu (26-27/06/2020).

Ketua Departemen Bidang Kaderisasi, Pahrul mengatakan, tujuan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun semangat kedaerahan untuk menciptakan perubahan di Kepulauan Kodingareng.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun semangat Primordialisme kita, dan mempererat hubungan silaturahmi di internalisasi pemuda dan mahasiswa Kodingareng,” katanya.

Lanjut Pahrul, yang juga Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Arab (Himsab) Universitas Muslim Indonesia, mengajak pemuda dan mahasiswa untuk membangun kampung halaman secara bersama-sama.

Kita harus tunjukkan di Pulau Kodingareng ini masih ada pemuda, dipulau Kodingareng ini masih ada mahasiswa, mari membangun kemajuan Kodingareng kita,” tambahnya.

Baca juga :  Sempat Ditahan, 2 Tersangka Nelayan Kodingareng kini Hirup Udara Segar

Terlihat, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 15 orang.

Sementara itu, Penggagas HPMK-Makassar, Sardi menegaskan saatnya pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan di Kepulauan Kodingareng.

Advertisement

“Hari esok adalah milik kita, bukan milik mereka, kalau pemuda sekarang ini membangun eksistensinya, maka hari esok itu adalah milik kita,” tegasnya.

Demi mencatat sejarah, dirinya akan segera mendeklarasikan hari perlawanan masyarakat nelayan Kodingareng.

Kita buat tanggal 28 bulan juni tahun 2020 sebagai adalah hari kebangkitan pulau Kodingareng,” tambahnya.

Lanjut Sardi, dirinya mempelajari gejolak masyarakat yang saling menuding akhir-akhir ini gegara aktivitas tambang pengerukan pasir laut. Dirinya mengkhawatirkan Kepulauan Kodingareng dimanfaatkan oleh sekelompok orang sehingga terjadi konflik antar sesama masyarakat.

Kita sudah berada di pintu gerbang untuk saling berjibaku di HPMK, kasian ini kita di Kodingareng kalau tidak ada pemikir, sangat mudah percaya kepada orang luar, jadi saatnya HPMK ini adalah nahkhoda untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Sardi juga membuka kegiatan up grading tersebut.

  tsr

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com