EDUNEWS

Pena Hijau Takalar Geliatkan Tradisi Literasi

Takalar, EduNews.id – Sebagai salah satu upaya membumikan tradisi literasi di Butta Panrannuanta Takalar, Komunitas Pena Hijau, sebuah komunitas penulis muda di Kabupaten Takalar menggelar diskusi novel, rabu (25/05/2015) siang.

Tak tanggung-tanggung, Komunitas Pena Hijau menghadirkan Khrisna Pabichara untuk membedah novel terbarunya yang berjudul Natisha, Persembahan Terakhir (Javanica, 2016).

Di hadapan puluhan peserta diskusi yang didominasi oleh siswa sekolah menengah atas ini Khrisna membabar proses kreatif yang mengiringi kelahiran Natisha. “Novel ini saya siapkan selam 11 tahun.” Terang Khrisna.

Meskipun menceritakan soal parakang, sejenis ilmu hitam sebagai jalan pintas menjadi kaya yang terkenal di kalangan Bugis-Makassar, namun novel ini ditulis untuk pembaca umum.

Baca juga :  Puisi-Puisi Ricky Aldyra

“Saya menulis Natisha ini, sebagai upaya mengenalkan tradisi Bugis-Makassar kepada masyarakat luas, di samping itu, ini juga sebentuk usaha untuk merawat kebudayaan kita.” Jelas penulis kelahiran Jeneponto ini.

Sementara itu, Muhammad Kasman, Pembina Komunitas Pena Hijau Takalar yang hadir sebagai pembincang mengemukakan kekagumannya atas nilai sastrawi dalam novel Natisha.

“Bang Khrisna membuat kita semua berbangga bahwa aksara lontara yang digunakan di jazirah sulawesi bagian selatan bisa menjadi alat permainan simbolik sebagaimana Dan Brown memainkan simbol Aramik dalam novel-novelnya.”

Kasman kemudian mengutip beberapa kelong, sejenis syair khas Makassar yang digunakan oleh Khrisna untuk mengukuhkan permainan simbol dan makna dalam novelnya.

“Novel ini adalah salah satu referensi soal kultur Bugis-Makassar yang wajib dibaca dan dikoleksi oleh mereka yang mencintai tradisi nusantara. Banyak informasi kultural yang baru terungkap luas di novel ini.” Imbau Kasman.

Baca juga :  GP Ansor Kota Mataram Gelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Soal NKRI

Menimpali itu, Khrisna menyebut dua kitab kuno yang dia sebut-sebut dalam novelnya sebagai kitab yang benar-benar nyata, yaitu: Kitta’ Kaparakangang (Kitab Seputar Parakang) dan Kitta’ Kelong Parakang (Kitab Nyanyian Parakang).

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!