Komunitas

Resmi Ditutup, Bastra HMI-MPO Komisariat Polinas Luluskan 18 Kader Baru

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Basic Training angkatan ke-3 atau latihan kader (LK1) Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Komisariat Politeknik Nasional (Polinas) resmi ditutup, Ahad (3/11/2019).

Basic training tersebut bertemakan “Reformulasi Gerakan mahasiswa Islam dengan menjadikan Khittoh Perjuangan sebagai Spirit juang kader HMI”.

Basic training tersebut, menghasilkan mahasiswa lepasan LK1 sebanyak 18 orang, diantaranya laki-laki (Ihwan)  13 orang dan perempuan (akhwat) sebanyak 5 orang.

Sementara itu, Ketua Umum HMI MPO komisariat Polinas, Risal mengucapan terima kasih kepada pemandu dan panitia yang telah konsisten mengawal dan menyukseskan acara basic training HMI komisariat Polinas tersebut.

Risal melanjutkan, kedepannya lulusan kader tersebut akan dilatih berbagai kemampuan demi tercapainya tujuan HMI.

Baca juga :  Biayai Kuliah, Mahasiswa Makassar ini Kembangkan Kue 'Tetuq' ala Mandar

“Ilmu ini tidak didapatkan di perguruan tinggi, akan tetapi di organisasilah teman-teman akan mendapatkan itu semua,” kata Rizal, dalam sambutannya.

Dalam penutupan tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI, Najamuddin Arfah juga hadir dan memberikan sambutan.

Mahasiswa pascasarjana Ekonomi Unhas ini mengatakan banyaknya di era disrupsi saat ini, beredar berita bohong menjadi tantangan bagi kader HMI, karena hasil survei mengungkapkan generasi milenial juga turut menyebarkan berita bohong.

“Menjadi tantangan, dan tanggung jawab mahasiswa untuk menjadi agent of change, sosial control, Guardian of value, Iron stock,” kata Naja, yang juga kader HMI Cabang Makassar.

Lanjut Naja, dirinya menyampaikan membangun organisasi di era industri 4.0 butuh inovasi dan juga kolaborasi.

Baca juga :  Minggu ini, PB HMI akan Gelar Workshop Enterpreneurship Nasional

Menurutnya, Era industri 4.0 dan disrupsi saat ini, gerakan mahasiswa mesti akseleratif. Dibutuhkan inovasi yang tidak lagi mengandalkan model gerakan konvensional, serta kolaborasi. Selain itu, narasi yang dibangun juga mesti punya fondasi intelektual yang kuat, sehingga akitifitas literasi juga menjadi penting.

“Inovasi tidak cukup, namun juga berkolaborasi demi terwujudnya tujuan hmi yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT,” ucapnya.

Sebelumnya, Bastra tersebut dibuka hari Jum’at, (31/11/2019).

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!