Artikel

Gila! Indonesia Pengakses Internet Terbesar Keempat Dunia

Oleh : Fahrul Rizal*

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kemajuan teknologi merubah dunia semakin kecil. Seperti kata kawan saya dunia kini tak sebesar daun kelor. Segala aktifitas, informasi pengetahuan yang bersinggungan dengan kebutuhan manusia hampir semua terpenuhi oleh teknologi. Kabar berita nun jauh disana pun kini dengan memencet tombol HP saja sudah bisa terketahui tanpa mesti ke TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Semboyan ‘the future in your hand’ benar juga adanya bahwa masa depan di tangan kita bila maknanya tersurat. Tersiratnya bagi penulis, dunia kini ada di tangan kita sendiri. Dengan handphone android ditangan mampu mengakses segala hal peristiwa. Informasi sesuai kebutuhan dan keinginan pengguna.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkoinfo) pada tahun 2016 pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang dan 95 persen menggunakannya dalam media sosial khususnya facebook dan twitter. Adalah dua wajah media sosial yang paling sering di akses di Indonesia menempatkan negara kita diperingkat keempat di dunia setelah USA, Brazil dan India dalam penggunaan facebook dan twitter pada peringkat kelima dunia.

Tambahan dari Direktur IKP Salamata Sembiring mengatakan bahwa ada 65 juta pengguna facebook di Indonesia. 33 juta aktif setiap hari yang menandakan bahwa facebook memiliki magnet besar bagi masyarakat indonesia. Dan data dari Jakpat Media social media trend tahun 2016, menempatkan facebook pada posisi puncak dengan 87.5 persen, instagram 69.2 persen dan twitter 41.3 persen mempertegas daya jual facebook di Indonesia sangat subur.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia telah melek teknologi dengan penggunaan internet yang masuk dalam rangking enam dunia dan tidak menutup kemungkinan ditahun 2017 bisa mengalahakan Jepang di posisi kelima karena pertumbuhan jumlah pengguna internetnya berjalan lamban (eMarketer: 2016).

Dengan kondisi tersebut harapan besar lahir bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan akses internet, dunia maya facebooknya begitu tinggi dengan cara memanfaatkannya kepada hal positif. Karena dengan facebook seseorang bisa meraup keuntungan yang besar dengan cara melakukan pemasaran di facebook yang terbilang mudah dan elegant. Membangun relasi dengan kerabat, sahabat, kolega bagi para entrepreneur (pengusaha). Menjadi ruang pencitraan positif bagi para calon penguasa dan yang sedang berkuasa untuk menaikan rating popularitas dan elektabilitasnya di masyarakat. Dan bagi seorang pendidik, peneliti, dosen, guru dan tenaga pengajar di lembaga pendidikan bisa memfungsikan facebook sebagai media pembelajaran yang sangat menarik dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Seperti yang di lakukan oleh rokhayani (2012) dalam papernya berjudul the use of facebook as an alternative media in learning English (Penggunaan Facebook sebagai media pembelajaran bahasa Inggris) dan Liliek L (2014) Using online newspaper and Facebook to enhance students’ reading skill (Penggunaan Koran dan Facebook untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang reading) yang kedua paper tersebut diseminarkan dalam TEFLIN International Conference.

Menjelaskan secara gamblang bahwa ada banyak media yang bisa di gunakan di sekitar kita yang bisa bernilai karya dan bertelur rupiah yang sering kita gunakan dalam kesehariaan dan sungguh memacu motivasi siswa dalam belajar karena media itu bagian yang sangat dekat dengan peserta didik. Sehingga membuka ruang yang semakin besar bagi kita untuk lebih kreatif memanfaatkan segala hal sekitar kita.

Disisi lain kita sering mendengar bahwa tindak kriminal sering terjadi pula di awali dari pengenalan melalui media sosial seperti Facebook. Hal yang di alami oleh DF salah satu siswa SMP di tangerang yang harus meregang nyawa dari tangan lelaki yang dikenalnya melalui facebook. Pun juga dengan seorang ibu rumah tangga di Makassar atas nama YR 27 tahun yang harus berurusan dengan hukum akibat postingan di dinding facebook miliknya. di laporkan oleh salah satu anggota DPRD karena di anggap melakukan pencemaran nama baik terhadapnya.

Dan masih banyak hal negatif yang sudah tidak lumrah ditelinga kita akan aksi kriminal diawali dari media sosial yang berujung petaka bagi penggunanya. Maka sangat penting kiranya menggunakan media sosial sebagai hal positif karena ia bermata ganda bisa memberikan efek positif atau justru memberikan mudharat bagi penggunanya.

Masih dari data kemenkominfo (2016) Produsen media sosial masih sangat kurang di Indonesia kebanyakan, masyarakat Indonesia hanya sebagai konsumen media sosial yakni hanya bisa menonton di youtube. Membaca referensi lain di blog pribadinya. Hanya bisa mengupload status tentang perasaan galau, kebencian, marah dan sedih yang justru menyebar virus kegalauan. Pun juga hanya mampu menimpali komentar pengguna lain yang menimbulkan disharmonisasi ukhuwah sesama manusia. Kita berharap bahwa bangsa ini bisa menjadi produsen media sosial yakni orang yang mampu memproduksi sesuatu yang menelurkan prestasi dan keuntungan baik bagi dirinya dan sesama.

Seperti memproduksi blog dengan khazanah keilmuan yang mengundang jutaan readership. Rajin mengupload video ke youtube dan rajin mengupload status positif yang viral. Dengan pesatnya penggunaan internet di indonesia memberikan kontribusi kapital yang cukup besar kepada produsen media sosial dengan kuota yang tergunakan untuk mengaksesnya.

Terasa asing kini jika anak muda tak bergandengan android di tangan. Terasa asing rasanya jikalau kaula tua tidak punya media sosial. Terasa asing rasanya kalau anak usia dini tak memiliki facebook. Terasa asing rasanya jikalau tidak membuka media sosial karena tak punya kuota. Persepsi masyarakat tergiring bahwa kuota juga adalah rana kebutuhan primer dewasa kini yang mesti di tunaikan.

Indonesia dengan penduduk terbesar ke empat dunia (CIA WorldFactbook : 2016) bisa menjadi mimpi buruk bagi bangsa lain jika bijak menggunakan internet, social network baik facebook, twitter, instagram, whatsapp dan masih banyak lagi dalam kesehariannya sebagai media pembelajaran bertelur karya dan rupiah dengan selalu memanfaatkannya ke hal guna dalam menetaskan karya agar tidak menjadi individu dan bangsa pengekor atas penemuan-penemuan baru negara luar dan bisa bersaing dengan negara maju.

Hal tersebut bisa terwujud menurut teori perubahan Aa Gym bila dilakukan dengan 3 M yakni Mulai dari diri sendiri (Individu/Pemerintah). Mulai dari hal terkecil dan Mulai dari sekarang.

 

Fahrul Rizal, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Ketua Badko HMI Sulambanusa (Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara)

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!