Artikel

Kompetensi Konselor dalam Menciptakan Perdamaian Pendidikan dengan Penerapan Psikologi Positif

Avin Sahajaneng widiana,

 

Oleh : Avin Sahajaneng widiana*

ARTIKEL, EDUNEWS.ID-Suatu negara dengan keadaan masyarakat yang memiliki beraneka ragam agama,budaya,bahkan karakteristik sifat akan sangat rentan untuk terjadinya suatu konflik. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keadaan tersebut dengan berbagai masalah yang tidak ringan.

Dibutuhkan keterampilan untuk mengatur keberagaman tersebut agar semua komponen pendidikan maupun masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, tenteram, dan damai bagi kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun bangsa Indonesia sendiri masih banyak diselimuti oleh berbagai konflik yang muncul dalam dunia pendidikan dan masyarakat dari masalah ringan maupun tidak ringan terutama dalam dunia pendidikan yang saat ini menjadi trending topik untuk dibicarakan. Masyarakat perlu bimbingan konseling tentang berbagai pengetahuan mengenai keadaan bangsanya sejak dini. Tujuan Bimbingan dan Konseling dilingkungan masyarakat adalah untuk membantu agar memahami arti perbedaan dilingkungan masyarakat dan menciptakan perdamaian.

Sering kita ketahui bahwa sekarang ini banyak hal-hal yang membuat ketidak damaian dalam proses pendidikan, padahal seharusnya kedamaian merupakan bagian terpenting dari pendidikan dasar yang berkulaitas/bermutu karena dengan pendidikan perdamaian kita dapat memperkenalkan berbagai pengetahuan ,ketrampilan, sikap dan nilai-nilai dalam pendidikan yang sebenarnya kepada para peseta didik, pendidik atau masyarakat luas. Sedangkan kompetensi konselor adalah pengetahuan,ketrampilan,dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang konselor.

Berikut penjelasan mengenai kompetensi konselor :
Menurut Tanri Abeng dalam bukunya, ada 3 pilar yang membangun kompetensi yaitu :
1. Knowledge/pengetahuan
2. Skill/ ketrampilan
3. Attitude/sikap
Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998), kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja yang superior.

Tidak aneh jika kemudian kompetensi ini menjadi pertimbangan utama dalam rekruitmen konselor.
1. Knowledge/pengetahuan, dimana seorang konselor harus mempunyai pengetahuan atau ilmu tentang profesi konselor sebelum dirinya ingin menjadi seorang konselor. Karena kedalaman illmu dan luasnya pengetahuan akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan klien kepada seorang konselor. Seperti ruang lingkup masalah yang akan dihadapi oleh konselor/ ragam bimbingan menurut masalah dalam memberi bimbingan konseling kepada konseli yaitu : bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan keluarga,bmbingan akademik,bimbingan karir, bimbingan agama selain masalah didalam itu maka tidak tanggung jawab atau tugas konselor, selain mengetahui ruang lingkup masalah yang harus dihadapi konselor. Calon atau seorang konselor juga harus tau fungsi bimbingan konselor yaitu : fungsi pemahaman, preventif/pencegahan,pengembangan,perbaikan,penyaluran,adaptasi,penyesuai an dan dasar-dasar konselor lainnya.

2. Skill/ketrampilan, dimana seorang konselor harus memiliki ketrampilan pada saat memberikan bimbingan konseling kepada si konseli agar si konseli percaya bahwa dia sedang berkonseling dengan orang yang tepat. Dengan memiliki ketrampilan berarti menandakan seorang konselor itu siap bekerja sesuai dengan profesinya. Ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang konselor antara lain yaitu mampu memberikan rasa aman kepada konseli untuk terbuka dan menceritakan apa yang sedang dialami konseli dengan sukarela tanpa paksaan.

3. Attitude/sikap, dimana seorang konselor harus mempunyai sikap atau attitude yang baik saat melakukan proses konseling ini termasuk menyangkut asas-asas bimbingan konseling. Sikap seorang konselor sangat mempengaruhi respon klien dalam berkonseling. Contohnya asas kerahasiaan yang dimana seorang konselor harus bisa menjaga rahasia kliennya bagaimanapun keadaannya dan menjadi pendengar yang baik saat klien sedang bercerita.
Sering kita ketahui bahwa sekarang ini banyak hal-hal yang membuat ketidak damaian dalam proses pendidikan, padahal seharusnya kedamaian merupakan bagian terpenting dari pendidikan dasar yang berkulaitas/bermutu karena dengan pendidikan perdamaian kita dapat memperkenalkan berbagai pengetahuan ,ketrampilan, sikap dan nilai-nilai dalam pendidikan yang sebenarnya kepada para peseta didik, pendidik atau masyarakat luas.

Berikut adalah contoh-contoh ketidak damaian dalam pendidikan yang sering dialamai oleh peserta didik maupun pendidik:
1. Saling iri antar teman , hal ini terjadi dimana ketika seorang peserta didik merasa dirinya lebih rendah atau lemah dari pada temannya. Dan hal ini sering terjadi dalam dunia pendidikan.
2. Perbedaan pendapat antara pendidik dan peserta didik , hal ini terjadi ketika seorang guru atau dosen masih menekankan pembelajaran dengan prinsip yang jadul denngan memaksakan peserta didik agar sama seperti yang mereka inginkan tanpa memberi mereka kesempatan untuk berkreativitas.
3. Saling menjatuhkan satu sama lain, hal ini sering terjadi ketika seorang peserta didik lebih mementingkan ego nya dan ingin menang sendiri daripada rasa peri kemanusiaannya kepada sesama. Dan biasanya peserta didik yang seperti ini tidak mau bekerja sama dengan orang lain atau bahkan tidak bisa bersaiang secara positif dengan lawan/temannya sendiri.
4. Membully atau yang biasanya kita kenal dengan bullying, sekarang ini banyak terjadi kasus bullying disekolah-sekolah kasusu bullying biasa nya terjadi karena tekanan seorang siswa kepada temannya dan biasanya kasus bullying didukung dengan keadaan yang dimana siswa yang dibully lemah dan tidak bisa melawan.
5. Kurangnya sopan santun dan komunikasi peserta didik terhadap pendidik, sekarang banyak terjadi kekerasan peserta didik kepada pendidik itu dikarenakan kurangnya adanya sopan santu peserta didik terhadap pendidik dengan minimnya penerapan sopan santun dikehidupan sehari-hari dan kurangnya komunikasi antara peserta didik dengan pendidik.

Peran Konselor dan Penerapan Psikologi Positif untuk Mencapai Perdamaian dalam Dunia Pendidikan

Yang kita ketahui bahwa sekarang ini banyak sekali presepsi yang salah terhadap bimbingan konseling dan menimbulkan ketidakdamaian dalam pendidikan, banyak juga seorang calon konselor yang belum tau benar akan pentingnya psikologi positif untuk mencapai pendidikan perdamaian, padahal psikologi positif yang dikenalkan oleh seligman itu sangat penting untuk kehidupan sehari-hari dalam mencapai kedamaian pendidikan, karena psikologi positif tidak hanya menyembukan orang tidak sehat menjadi sehat tapi psikologi positif juga sangat berpengaruh untuk meningkatkan lagi bakat dan kemampuan yang dimiliki psikologi positif bisa membuat seseorang baik menjadi baik lagi, bisa membuat orang berprestasi menjadi lebih prestasi lagi. Psikologi positif sebagai ilmu baru psikologi telah menjadi materi atau bahan pembelajaran yang sangat menarik untuk dipelajari bukan hanya di jurusan psikologi saja tetapi sangat baik juga diterapkan dalam dunia pendidikan sehingga banyak sekali gagasan dan konsep mengenai psikologi positif.

Didalam psikologi positif kita diajarkan 3 pilar yaitu :
1. Pengalaman hidup yang positif pada individu dengan mengeksplorasi emosi-emosi positif
2. Properti fisik yang positif dari individu
3. Masyarakat yang positif
Psikologi positif mengajarkan kita tentang kekuatan dan kebijakan yang bisa membuat seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi lebih baik dari dirinya yang sekarang, selain bisa membantu orang yang sakit psikologi positif juga dapat membantu orang yang tidak sakit dan tidak bermasalah. Seperti meningkatkan orang normal menjadi prestatif dan orang berprestasi menjadi lebih berprestasi.

Berikut 5 point yang dapat diterapkan dengan mengaplikasikan psikologi positif :
a. Harus berani menampilkan potensi diri, jadi seorang peserta harus berani menampilkan potensi dalam dirinya yang positif karena dengan tampil sebgai diri yang positif kita akan lebih mudah dalam mendapatkan reward/penghargaan dari seseorang dan bisa menimbulkan sifat damai.
b. Mampu melihat peluang yang positif, orang-orang yang mampu melihat peluang dengan positif adalah orang-orang yang akan mendapatkan reward/penghargaan , terkadang dalam situasi yang asing bagi kita kita harus bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan yang mungkin biasanya kita tidak bisa melakukannya tetapi harus kita coba untuk melakukannya dan akhirnya hal itu akan menjadi kebiasaan kita yan positif.
c. Bersyukur, bersyukur merupakan sifat positif yang sering kita abaikan atau bahkan kita tidak menyadarinya karena sering nya kita mengeluh akan hal-hal yang sepeleh. Namun bersyukur tidak hanya dengan ucapan melainkan dengan kongkrit atau tindakan dalam ras bersyukur kita misalnya dengan berusaha, mensyukuri kenikmatang yang diberi oleh-Nya dengan menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab.
d. Jujur, ini adalah sifat positif manusia yang sangat nyata dan real tapi susah untuk diterapkan dalam kehidupan pendidikan maupun dunia sehari-hari karena tidak semua manusia itu jujur 100% pasti masih ada kebohongan yang disembunyikan dalam hidupnya.
e. Adanya energi positif yang selalu dikembangkan, tentunya dengan terus mengembangkan energi positif dalam diri kita akan lebih menghasilkan sebuah keberhasilan.
Dengan kompetensi konselor maka psikologi positif tersebut dapat diterapkan dengan cara :
1. Konselor memiliki pengetahuan tentang psikologi positif dan cara penerapanya
2. Mampu menceritakan berbagai pengalaman hidup positif kepada peserta didik
3. Mampu mengelola emosi-emosi negatif menjadi emosi-emosi posiitif
4. Mengarahkan siswa nya untuk selalu bersyukur dengan segala potensi yang ada pada dirinya
5. Mampu menciptakan lingkungan yang positif bagi para peserta didik dalam lingkungan keluarga, teman, maupun masyarakat

Avin Sahajaneng widiana, Mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!