Literasi

Edukasi Kaum Buruh, TKI Hongkong Tulis Buku

 

 

SEMARANG, EDUNEWS.ID – Yanne Karsodiharjo, seorang Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong asal Bojonegoro, Jawa Tiur, berhasil menulis buku menarik bertajuk ‘Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong’ yang  diterbitkan Formaci Press.

Buku pemilik nama lengkap Andayani tersebut sudah mendapat Internasional Standart Book Number (ISBN), Katalog Dalam Terbitan (KDT) dan barcode dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI pada pertengahan Mei 2017 lalu.

Selain Yanne, sebenarnya sudah ada BMI yang menulis, namun mereka menulis buku secara berjemaah yaitu bertajuk ‘Suara Berdarah Untuk Presiden (Suara Hati BMI Hong Kong’) yang ditulis oleh Nadia Cahyani dkk dan diterbitkan oleh Lini Jendela pada Desember 2010. Kemudian juga sebanyak 25 orang BMI di Taiwan menulis buku berjudul ‘Mengenal Sang Surya di Bumi Formosa’ yang dilaunching pada 14 Mei 2017 lalu yang diterbitkan  Suara Muhammadiyah.

Baca juga :  Gerakan Islam Baru: Keberkahan Atau Ancaman?

Dalam hal ini, Pemimpin Redaksi Formaci Press Ahmad Ali Zainul Sofan menyambut baik karya perempuan asal Bojonegoro itu.

“Saya menilai ini sebagai prestasi dunia. Ya, prestasi internasional lah. Penulis memang setor naskahnya bertahap mulai tahun 2016 lalu. Itu pun ada yang lewat WhatsApp dan Email. Jadi memang prosesnya hampir setahun,” ujar Sofan dalam launching buku ‘Bukan BMI Biasa, Kisah Sukses BMI Hongkong’ tersebut yang digelar oleh Formaci Press, Ikatan Silaturahmi Mahasiswa Ronggolawe (ISMARO) Jawa Timur, Selasa (13/6/2017) di aula Nurul Falah Ringinsari, Semarang, Jawa Tengah.

Dijelaskan dia, budaya literasi harus dihidupkan sejak dini kepada dan oleh siapa saja.

“Mbak Yanne ini meski bekerja sebagai BMI, namun bisa meluangkan waktu untuk menceritakan pengalaman menjadi pekerja migran, juga berbagai dinamika di luar negeri. Kalau hanya ditulis di blog, Facebook maupun Instagram, saya kira hanya jadi tulisan biasa. Tapi kalau dijadikan buku, nah itu baru prestasi namanya karena sudah diakui ISBN dan datanya terindeks di London,” lanjut dia.

Baca juga :  TKI asal Bantaeng Dideportase hingga Terpisah dari Keluarga, Ketua IPSM Kritik Kelalaian Pemkab Bantaeng

Secara teknis, kata dia, yang rekoso memang tim editor.

“Ya karena naskah yang dikirim ke kami, bahasanya campuran, ada Indonesia, Jawa, Inggris dan kadang Hongkong. Tapi itu sudah dirapikan. Karena sesuai rencana, buku ini nanti akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan Hongkong,” jelas dia.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!