Opini

Acara Yang Tak Bermutu

Oleh: Hari Nugraha*

OPINI, EDUNEWS.ID – Banyak orang mencari hiburan untuk mengisi waktu luang mereka. Salah satunya dengan menonton televisi. Saya sendiri pun sangat sering menonton televisi, apalagi sebelum masuk kuliah, hampir setiap hari saya menontonnya. Selain dapat mengisi waktu luang menonton televisi pun dapat menambah wawasan seseorang.

Banyak sekali acara televisi di Indonesia. Berbagai genre bisa kita temukan disini. Namun seiring berjalannya waktu saya mulai menemukan titik bosan dengan acara televisi yang ada di Indonesia. Banyak acara-acara yang tidak bermutu ditampilkan di televisi. Bahkan bila dipresentasekan 90 persen acara di televisi Indonesia itu adalah sampah. Berikut adalah beberapa acara televisi yang isinya kurang bermutu, tentunya ini subjektif.

Baca juga :  Sikap Keberagaman dan Keberagaman Sikap

Acara Berita. Sebagian besar berita yang ditampilkan saat ini adalah sampah. Berita tentang korupsi,suap, politikus yang terus menerus perang pendapat dan cuma berputar-putar dengan yang ia sampaikan. Kemudian komentar komentar public yang menyerukan supaya pemerintah inilah, itulah, yang terus saja tidak menemukan hasil.

Sangat jarang berita menampilkan hal-hal baik tentang Indonesia. Padahal bila di kaji lebih dalam ternyata memang benar bahwa para wartawan-wartawan di Indonesia hanya mencari keburukan saja. Karena menurut mereka bila yang ditampilkan adalah hal buruk itu akan lebih menarik.

Acara Komedi. Sebenarnya ini adalah acara favorit saya. Apalagi bila yang tampil adalah Sule, pasti akan terhibur sekali saya. Namun orang yang tampil di panggung terlalu banyak dan saling berebut untuk mencari perhatian penonton. Jadiya terlihat cukup berantakan.

Baca juga :  Media, Popularitas dan Elektabilitas
Advertisement

Apalagi kalau yang jadi bahan becanda adalah masalah kekurangan fisik orang. Pastinya itu melanggar hak asasi manusia juga.

Sinetron dan Perfilman. Nah ini dia yang paling parah. Banyak orang Indonesia menyukai sinetron. Padahal ketahuilah teman bahwa sinetron adalah sampahnya semua genre perfilman. Sinetron banyak menampilkan cerita yang kurang menarik dan terus berputar-putar. Kualitas editing dan penambahan efek pada film Indonesia pun sangat jelek sekali. Mungkin ini karena saya banyak melihat film luar yang kualitasnya tingkat dewa. Tapi ini memang fakta.

Sinetron juga banyak menampilkan tema percintaan anak-anak SD dan SMP yang sebenarnya mereka masih sangat dibawah umur. Hasilnya banyak anak SMP yang sudah pasang status galau-galauan gitu. Tentunya itu sangat tidak baik untuk generasi pemuda Indonesia yang akan meneruskan bangsa tercinta ini.

Lalu dari sisi tata rias, banyak yang berkesan tidak natural. Anak-anak sekolah dengan memakai rok mini, bermake-up seolah mereka adalah model yang berjalan di catwalk dan bukan halaman sekolah sesungguhnya.

Sekali lagi ini adalah pendapat subjektif. Sebagai pelajar kita harus dapat menyaringnya dan hanya mengambil sisi positifnya saja. Walaupun kebanyakan saya menceritakan sisi negatifnya, namun saya yakin acara televisi di Indonesia akan terus membaik dan lebih memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua. Kita semua harus percaya akan hal itu.

Hari Nugraha. Mahasiswa Teknik Informatika UTY.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com