Opini

Berkat Ahok, Umat Islam Bersatu

Oleh : Munawir Mihsan*

OPINI, EDUNEWS.ID – Ahok kali ini, engkau telah menjadi objek pemicu persatuan ummat Islam yang selama ini mereka sulit untuk itu. Entah apa yg sebenarnya dibalik sikap dan tandukmu, sehingga engkau sangat berani menyinggung persolan hal yang menyangkut prinsipil dalam Islam, seakan tak ada peluru lain untuk membalas serangan kompetitormu. Apakah itu sebagai skenariao dari ahli strategimu, yang engkau perankan sebagai upaya menangkis serangan dari lawan politik, penuh dengan intrik dalam momentum percaturan Pilkada DKI Jakarta.

Ataukah itu hanya spontanintas dengan gaya frontal sebagai khas karaktermu, yang telah tersematkan dalam dirimu, yang selalu saja menghebohkan republik ini. Disaat engkau dalam sorotan media massa, khas keunikanmu sebagai gaya kepemimpinan yang frontal, sehingga telah terstigma dalam jiwa sanubari khyalayak, bukan Ahok kalau tidak heboh, sehingga alur cerita percaturan politik Ibu Kota selalu menjadi tontonan menegangkan sekelas “El Clasico”.

Baca juga :  Antara Shalahuddin Dan Al Ghazali

Ucapanmu menjadi buah cibir caci maki di kalangan ummat Islam, baik dialam realitas maupun alam sosial media. Semua element umat islam berbondong-bondong mengkonsolidasikan diri mereka tanpa sehelai atribut identitas kelembagaan sekalipun, yang selama ini mereka terkadang terpetakan dalam identitas kelembagaan. Akibat sikapmu mereka menyatu dalam satu barisan menyuarakan agar engkau di beri ganjaran akibat sikapmu yang anomali tersebut. Ucapan Maafmu tak lagi bermakna karena engkau Ahok, berada di lingkaran intrik politik Ibu Kota.

Engkau semakin tersudutkan oleh kompetitormu yang sebelumnya engkau telah membuat mereka kepayangan dan hampir sampai titik kehabisan akal strategi dalam menghambat laju yang gesit dan gaya sirsak permaianan politik yang engkau perankan. Yang menghipnotis para penghuni Ibu Kota, dengan gaya kepemimpinan serta karya yang telah engkau goreskan disaat engkau memimpin Ibu Kota. Sekarang pesaingmu bergeriliya dengan berapi-api karena engkau Ahok telah terperangkap dalam ranjau penistaan agama yang telah lama didesain untukmu.

Baca juga :  Dahnil : Ada yang Perlu Diluruskan dengan Cara Berpikir Presiden

Kompetitormu sangat getol mengolah, merengkrontrusi sebuah isu, dengan penuh ketajaman yang ketajamannya menembus suasana kegaduhan emosional akibat titik celah kelemahan sikap buah hasil dari ulahmu sendiri. Seakan akan detik detik perang salib telah digenderakan di republik ini sehingga membuat kepanikan istana kepersidenan.

Dengan penuh antusiasnya, sesegera mungkin langsung membuat rapat rahasia (tanpa sorotan media massa) bersama ormas-ormas mayoritas ummat Islam di negeri ini.
Ulahmu Ahok membuat serpihan-serpihan kekuatan ummat Islam di berbagai perbedaan lambang oraganisasi yang tersebar di berbagai negeri ini mulai merekat satu-persatu. Engkau menjadi magnet dari sebuah serpihan-serpihan tersebut.

Kekuatan magnetmu juga begitu ampuh dan membuat kemarahan dan kepanikan umat Islam di berbagai negeri yang tak mampu digalakkan dalam cerminan sepak tanduk pertempuran Abraham Samad dalam menggilas para Perampok alias bandit berkerah putih di negeri ini, sebagai sumber kerusakan sistem kehidupan berbangsa, berujung pada terbukanya jurang lebar ketimpangan sosial yang melanda anak negeri.

Baca juga :  Ada Apa dengan PSBB ?
Advertisement

Berakibat pada jutaan tangisan, jeritan anak kekurangan gizi, kelaparan serta frustasi akan suramnya sebuah masa depan menjadi kusut wajah anak ibu pertiwi. Keberanian sepak terjang yang dipertontokan Abraham membuat publikpun termanggung-manggung, Namun hanya sebatas anggungang sang pengamat dan penontonnya. Sang penguasa baru negeri inipun (Jokowi saat itu) frustasi dibuat gaduh oleh sosok Ayam jantan dari timur ini.

Selalu memporak porandakan sesaknya rimba hutan benton, tempat para penghuni para bandit penguasa negeri. Sekenario pun didesain sedemikian apik, sehingga Ayam jantan dari timur ini harus sesegera dipaksa berhenti berpetualang perburuan dalam rimba hutan beton tempat surgawinya para bandit.

Publikpun tahu itu bukanlah sebuah bentuk kewajaran yang disangsikannya dengan goresan tinta keberanian yang telah engkau goreskan, itikad, ketulusan engkau pelihatkan sebagai anak negeri yg berupaya kuat patuh, taat pada amanah ibu pertiwi dalam memerangi, kemungkaran serta menegakkan amar ma’ruf, di Negeri ini.

Jihadmu tak sontak membuat para penghuni anak negeri yang mayoritasnya adalah muslim dan engkau juga muslim sebagai sodara untuk bersatu padu menjadi kepalan tangan menghalau segala kemungkaran (Setan Besar) agar engkau tetap kokoh dimedan jihad. Ormas islam tak begeming melihat engkau dinistakan yang semestinya itu akan menjadi virus bersatu padunya sehinggah menjadi kekuatan tameng kebenaran dalam rangka membomsai kerakusan birahi kemungkaran para bandit berkerah putih.

Engkau (Abraham) sekarang telah hilang dalam peredaran publik. Keadaan tragispun sebagaimana yg dilami Almarhum Munir sosok anak negeri yang getol membongkar tirai kemungkaran sebagai bentuk penistaan jutaan anak bangsa tak berdosa terenggut nyawa, akibat keserakanhan, kerakusan para bandit negeri ini. Sepak terjangnya dalam membongkar kejahatan manusia, tak tersurutkan ditengah godaan, intimidasi sampai akhirnya iapun harus pergi untuk selama-lamaya.

Kematian ditengah tengah Jihadnya sebagai bentuk riil pengungkap tirai jutaan tumpahan darah tak berdosa anak ibu pertiwi di negeri ini kandas ditengah jalan. Kasus kematianmupun mejadi mesterius tak tersentuh siapa sosok misterius dibalik ini. Kematianmu merupakan jalan jihad para dambaan mujahidin menegekkan Amar ma’ruf memerangi kemungkaran yang mestinya menjadi kiblat manusia beriman yang terlembagakan dalam wadah Ormas.

Munawir Mihsan, Wakil Sekretaris Politik dan Kebangsaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com