Opini

Cina di Indonesia dan Fenomena Ahok

Oleh : Siswanto Rawali*

OPINI, EDUNEWS.ID – Kita harus jujur mengakui kelebihan orang Cina dalam urusan mengejar dunia. Segala cara bisa mereka gunakan untuk mencapai ambisinya. Sudah bukan rahasia lagi, kalau para ‘toke’ sangat lihai memanfaatkan setiap peluang yang ada dimana mereka merantau. Di nusantara mereka bergerak dibidang ekonomi dan perdagangan. Wajarlah kalau mereka dikenal golongan berada dan cepat meningkat status sosialnya.

Dalam dunia politik dan kekuasaan, sejak zaman kolonial mereka menempati posisi warga negara kelas dua setelah penjajah Belanda. Mereka sudah dikenal sebagai donatur para calon wedana dan adipati kalau ingin diangkat oleh penjajah Belanda. Predikat sebagai penyandang dana bagi aktor-aktor politik dan kekuasaan termasuk aparat penegak hukum itu tetap terpelihara hingga kita merdeka dan bahkan semakin massif sekarang ini. Namun saya mencermati, para toke atau taipan atau Aseng saat ini sudah tidak sabar ‘hanya’ sebagai penyandang dana bagi elit-elit politik dan oknum-oknum penegak hukum yang potensial dipromosikan ke atas.

Baca juga :  Seruan Untuk Pemuda

Setelah berhasil mengutak-atik konstitusi negara melalui amandemen UUD 1945 oleh kaki-tangannya di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Para WNI Keturunan Tionghoa yang sejak zaman kolonial memang menguasai perekonomian, sekarang sudah ‘kebelet’ masuk di ranah kekuasaan politik secara langsung. Coba perhatikan partai-partai besar dan baru muncul yang dipimpin oleh WNI Keturunan Tionghoa.

Targetnya tentu saja bernafsu ingin jadi Presiden Indonesia. Ya target Presiden secara riil harus mereka rebut. Hitungan mereka sangat rasional mengingat fakta keberhasilan mereka menentukan penempatan orang-orang binaannya serta mempengaruhi kebijakan-kebijakan strategis dilembaga vital negara selama ini. Sudah banyak juga contoh WNI keturunan Cina yang sukses di kancah politik nasional. Sebut misalnya Setya Novanto, Hary Tanoe, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), dan lain-lain.

Baca juga :  Manage Moslem

Fenomena Ahok memang sangat menarik dianalisis. Bukan hanya masalah kontroversialnya karena menista Al-Qur’an Surah Al Maidah ayat 51. Tapi termasuk mengenai perjalanan sejarahnya yang lahir dari orang tua Cina dan menetap di Belitung. Selanjutnya, oleh orang tuanya dibawa ke Jakarta dan dipersaudarakan dengan keluarga Bugis-Muslim, Andi Baso Amir adik dari mantan Menhankam Pangab Jenderal M Yusuf. Menurut saya, orang tua Ahok adalah contoh orang tua yang memiliki visi jauh ke depan bagaimana mempersiapkan anaknya menjadi calon pemimpin. Orang tua Ahok sangat tamat bacaannya tentang budaya dan politik Indonesia.

Dia sudah tahu secara konstitusi, kultural dan agama orang Indonesia susah menerima orang keturunan Cina jadi pemimpin politik dan pemerintahan. Maka strategi paling brilian adalah dengan pertalian kekeluargaan. Ketemulah dengan keluarga Andi Baso Amir, bangsawan Bugis yang memiliki kekerabatan dengan tokoh nasional yang sangat disegani dan dibanggakan Jendral M Yusuf. Walaupun dalam beberapa informasi diceritakan bahwa ihwal persaudaraan-angkat keluarga Ahok dengan Andi Baso Amir karena urusan bisnis.

Baca juga :  Sistem TV Berjaringan, Impian yang tak Kunjung Direalisasikan
Advertisement

Namun, bagi saya itu hanya medianya. Tujuan utamanya adalah dalam rangka membangun modal politik dan modal sosial bagi keturunannya agar bisa diterima kelak dalam kancah politik nasional. Terbukti, status bersaudara angkat dengan keluarga Bugis-Muslim tersebut betul-betul dikapitalisasi secara maksimal oleh Ahok untuk kepentingan politiknya. Di berbagai media diuraikan dan disebar secara massif tentang karakter Ahok yang tegas, berani dan jujur, konon adalah mengikuti karakter paman angkatnya, Jendral M Yusuf. Jadi kepemimpinan Ahok katanya adalah titisan kepemimpinan Jenderal M Yusuf. Lucunya, ini juga dibenarkan oleh saudara-saudara angkatnya Ahok.

Padahal Ahok dan saudara angkatnya lupa atau sengaja menyembunyikan bahwa karakter peribadi dan kepemimpinan Ahok sangat jauh panggang dari api atas karakter ayah angkatnya Andi Baso Amir, apa lagi dengan tokoh besar M Yusuf. Karakter kepemimpinan Jendral M Yusuf memang dikenal tegas, berani, jujur, adil, sederhana, santun dan bersahaja. Sangat berbeda dengan karakter pribadi dan kepemimpinan Ahok yang dari awal memimpin di DKI selalu kontroversial.

Marah-marah, membentak-bentak, mengancam, mencaci-maki, mengumpat dengan kata-kata kotor adalah kebiasaan Ahok yang sudah menjadi hiasan media massa nasional selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hebatnya, publik Indonesia yang dikenal ramah, pemaaf dan santun tidak terlalu mempersoalkannya. Publik lebih memahami itu sebagai karakter peribadi Ahok yang suka menghiasi ucapan-ucapannya dengan isi toilet dan isi kebun binatang.

Namun ketika ucapan dan celotehan Ahok di Kepulauan Seribu yang diunggah oleh bagian Humas Pemrov DKI dengan menyinggung Kitab Suci Alquran dimana ada ucapan “…..dibodohi pake Surah Al Maidah 51….”. Disinilah Ahok betul-betul bermasalah dan harus menghadapi jutaan Ummat Islam yang tidak terima Kitab Sucinya dinistakan. Prediksi saya, inilah akhir karier politik Ahok. Maka ambisi jadi Presiden Indonesia sudah pasti kandas.

Ahok kelihatannya lupa membaca biografi paman angkatnya. Sumber inspirasi kepemimpinan Jendral M Yusuf yang dikenal berani, cerdas, jujur, adil dan sederhana adalah Al-Qur’an. Ahok juga sepertinya kurang banyak mendengar nasehat-nasehat kepemimpinan dari saudara angkatnya, Andi Analta Baso Amir atau Andi Alla yang dikenal Uztadz.

Ahok boleh jago dan bangga dengan karakter dan ilmu Cinanya yang hebat dalam urusan mengejar dunia. Dan perlu kita banyak belajar kepada mereka. Namun, Ahok sangat perlu belajar dari Alqur’an yang berisi panduan terlengkap untuk menggapai kejayaan Dunia-Akherat. Alqur’an bukanlah kitab kebohongan. Mereka yang menyampaikan isi kandungan Alqur’an bukan pula pembohong. Jadi menurut saya, Ahok sudah takdirnya ditegur langsung oleh Sang Pemilik Surah Al Maidah ayat 51. Wallualam bissawab.

 

Siswanto Rawali, Dosen Fisip Unlam Banjarmasin, Wakil Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com