Opini

FaceApps : Ketakutan Sejarah Masa Depan

Abd Malik Raharusun

Oleh : Abd. Malik Raharusun*

EDUNEWS.ID-Sejarah memang tidak berhenti saja pada masa lalu (yang telah terjadi) tetapi juga mengkaji masa sekarang (yang sedang terjadi) dan masa depan. Masa depan adalah hal-hal yang diprediksi mungkin akan terjadi. Prediksi hal-hal yang mungkin akan terjadi dalam ilmu sejarah selalu berpijak pada yang telah terjadi dan yang sedang terjadi.

Seorang sejarawan Prancis mengatakan, “Histore Serepete” atau sejarah mengulang dirinya sendiri. Bahwa kejadian sejarah tidak terjadi kedua kalinya tetapi makna keberulangan itu bisa saja terjadi kedua kalinya. Cerita tentang sejarah masa lalu yang kelam bisa saja terulang lagi dalam bentuk yang berbeda selama hukum-hukum kausalitas yang sama terpenuhi walaupun pelakunya berbeda. Demikian juga sejarah tentang kejayaan atau berjayanya suatu bangsa, sampai disini Ilmu Sejarah harus diukur berdasar metodologi ilmiah yang akurat atas suatu peristiwa penting bagi bangsa.

Baca juga :  Riuhnya Gaji Presiden di Tengah Ekonomi yang Merosot

Minim atau bahkan tidak adanya referensi sejarah dapat membuat seseorang atau suatu bangsa gamang (galau) hidup di masa sekarang dan takut menghadapi masa depan. Untuk seorang anak ketakutan menghadapi masa depan dapat berdampak psikologi bagi tumbuh kembangnya si anak. Perasaan minder dan tidak percaya diri bergaul dengan sebayanya menjadi ancaman yang dapat berujung pada aksi nekad bunuh diri atau membunuh yang lain. Dan untuk sebuah bangsa ketakutan menghadapi masa depan dapat dilihat dari para pemangku jabatan politik negara yang dalam interaksi politik luar negerinya menunjukan gestur yang tidak percaya diri terhadap pejabat negara lain. Ini juga dapat berdampak eksploitasi dan penjajahan gaya baru terhadap negara.

Ketakutan Sejarah masa depan juga dialami manusia moderen, yakni semacam penyakit sosial. Menurut Erick From ketakutan atau kecemasan manusia moderen atas laju perubahan teknologi berdampak psikologi manusia, yakni perasaan teralianasi (keterasingan). Ketarasingan manusia moderen ini juga berasal dari ketidak tahuan sejarah masa lalu, sekarang dan sejumlah prediksi masa depan yang tidak pasti.

Baca juga :  Cinta Dunia, Manusia Lupa Tujuan dan Esensi Hidupnya

FaceApps yang seminggu ini sempat viral di madia sosial facebook dapat diduga adalah bentuk lain dari kekecawaan manusia moderen terhadap wajah masa lalu (wajah yang pernah dimiliki), ketidak percayaan diri untuk wajah sekarang (wajah yang saat ini dimiliki) dan ketakutan menghadapi wajah masa depan (wajah yang mungkin akan terjadi.

Ketakutan terhadap wajah masa depan ini dapat memaksa manusia moderen menggunakan segala macam cara untuk menghindari penuaan. Pelarian keterasingan ini misalnya mengikuti praktek kebugara, menggunakan aneka ragam kosmetik sampai dengan operasi plastik dan bisa terjadi hal yang sangat ekstrim yakni ketakutan terhadap perubahan wajah masa depan seseorang memilih mengakhiri hidup diusia mudanya, di wajah yang saat ini dimiliki. Bunuh diri dalam kondisi ketika wajahnya masih cantik atau tampan.

Baca juga :  Gerakan Islam Baru: Keberkahan Atau Ancaman?

Dalam kasus FaceApp menjadi penting belajar sejarah penyebaran ras manusia dimuka bumi, termasuk juga mempelajari evolusi yang panjang tentang perubahan ras manusia terutama sekali struktur tubuh, bentuk rahang, warna kulit, struktur tulang belakang, warna dan bentuk rambut sampai dengan volume ruang isi otak setiap ras manusia. Paling tidak membantu kita memahami kondisi fisik saat ini kita adalah bagian dari ras manusia tertentu.

Penting juga memahami nilai-nilai moral ajaran agama bahwa manusia memang bukan hanya soal jasad atau raga (wajah) tetapi budi pekerti atau akhlak. Setelah raga (wajah) ini mati, dikubur, berkalang tanah, menjadi fosil dan punah yang dikenang dan kekal dari manusia hanyalah akhlaknya (ilmunya).

Penulis adalah Guru Sejarah

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!