Literasi

Implementasi Pappaseng Tau Riolo dalam Pemerintahan

Oleh: Saddam Musma*

OPINI, EDUNEWS.ID – Dalam mewujudkan Makasssar ta’ Dua Kali Tambah Baik, tentu berbagai program dan strategi telah diimplementasikan dalam kinerjanya. Mulai dari memupuk kebersamaan antar masyarakat, menumbuhkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat dalam memimpin, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Ketiga nilai filosofi ini, coba diterapkan dalam keseharian, pemimpin tidak mampu menjalankan amanah yang diberikan apabila tanpa dukungan dari masyarakat yang dipimpinnya, begitupun sebaliknya masyarakat tidak akan mampu menumbuh kembangkan ide dan gagasan tanpa adanya dukungan dari pemerintah. Oleh karena itu, keduanya harus saling bersinergi dalam mewujudkan visi yang hendak dicapai.

Sipakatau merupakan sikap yang memanusiakan manusia seutuhnya, dalam kondisi apapun. Kita seharusnya saling menghormati sesama manusia tanpa melihat dia miskin atau kaya, atau dalam keadaan apapun.

Baca juga :  Jalur Independen & Kegagalan Partai Politik

Sipakalebbi artinya sifat manusia yang selalu ingin dihargai. Maka sifat sipakalebbi ini adalah wujud apresiasi. Sifat yang mampu melihat sisi baik dari orang lain dan memberikan ucapan bertutur kata yang baik atas prestasi yang telah diraihnya. Bertutur kata yang baik antara yang muda dan tua juga termasuk dalam sikap sipakalebbi.

Selanjutnya adalah sikap sipakainge merupakan sifat saling mengingatkan yang harus dimiliki oleh setiap manusia demi keseimbangan berkehidupan.

Sipatokkong adalah sifat saling bekerja sama. Secara harfiah sipatokkong berarti berdiri secara bersama-sama. Apabila didalam menjalankan roda birokrasi dengan mengedepankan konsep budaya dan nilai-nilai leluhur kita, khususnya masyarakat bugis akan terasa terkontrol di setiap langkah kebijakan yang akan dicapai bersama, sedikit condong di negara maju Jepang yang telah memegang teguh adat dan budaya. Di balik kemajuan bangsanya, menanamkan nilai-linai luhur tentang saling menghargai satu dengan yang lainnya, bagaimana masyarakat betul-betul menanamkan rasa malu, berbuat kesalahan dan juga malu melanggar etika.

Baca juga :  TBM An-Nafi; Dari Ujung Kota, Untuk Indonesia Membaca

Tanpa kita sadari bahwa hal yang semacam ini telah lama diterapkan pada lingkungan budaya kita khususnya masyarakat bugis, bagaimana nenek moyang menanamkan nilai-nilai siri

Advertisement
di dalam diri kita, seperti contoh seseorang menerimah konsekuensi disaat malanggar etika dan norma yang berlaku, lantas yang berbeda dalam penerapannya adalah.

Jepang tetap memegang teguh nilai-nilai budayanya dan kita justru menjadikan ajaran budaya dan etika yang sudah dititpkan oleh leluhur kita hanya sebagai kisah yang  bernilai sejarah bahkan berkesan dilupakan oleh sebagian masyarakat.

Hal inilah yang menjadi pembeda utama persepsi atau mind set masyarakat pada negara berkembang dan negara maju, proses untuk membumikan kembali nilai luhur adalah proses yang tidak mudah, apalagi di tengah perkembagan dan arus globalisasi yang tentunya semakin hari semakin meningkat, ditamabah dengan moral perkembangan anak bangsa yang tiap harinya semakin bobrok.

Segudang masalah ini tentunya, secara sadar maupun tidak sadar telah diramalkan oleh para leluhur kita, berkaca pada proses untuk menjadi manusia paripurna atau proses to be better merupakan hal cipta kondisi seorang individu untuk mengetahui diri dan tugasnya tercipta di muka bumi ini.

Olehnya itu, kaum muda harus kembali diajarkan untuk bertata krama sejak dalam keluarga. Untuk melahirkan sorang pemimipin dimasa depan, tentuya nilai luhur budaya merupakan kunci utama yang harus dimiliki, proses membimbing seseorang pula, adalah cara yang terbaik untuk melepas topeng-topeng sosial yang telah ada, tentunya ini akan berdampak buruk.

Temukan duniamu dan jadi yang terbaik dengan proses dengan mengedepankna adat budaya sipakatau, sipakalebbi, sipakainge dan sipatokkong. Merupakan modal besar kaum muda untuk menatap Indonesia yang lebih baik.

Saddam Musma. Aparatur Sipil Negera (ASN) pada Pemerintah Kota Makassar.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com