Opini

Mengenal Jeremy Corbyn, Pembela Hak-hak Warga Palestina dari Negeri Raja

 

 

Oleh : Deni Febrian*

OPINI, EDUNEWS.ID – Jeremy Corbyn sedang naik daun. Politisi gaek asal Inggris ini sudah lebih dari 30 tahun berkarir di Parlemen sebagai anggota. Tak jarang kebijakan dan argumentasinya terkait politik domestik dan luar negeri menuai pro-kontra bahkan kontroversi.

Menarik mengulas rekam jejaknya. Partai Buruh Inggris baru saja mengadakan voting terhadap definisi anti-semitisme pada selasa lalu (4/9/2018). Voting tersebut dilatarbelakangi oleh kontroversi yang dilakukan oleh Jeremy Corbyn yang dianggap sebagai tokoh yang anti-semit, pro-Palestina, melawan kebijakan pendudukan Israel dan kebijakan Barat yang mendukung penjajahan wilayah Palestina.

Tindakan Corbyn ini membuat gaduh di internal partai oposisi pemerintahan Perdana Menteri Theresa May selama musim panas tahun 2018. Melalui Komite Eksekutif Nasional (NEC), partai buruh telah menyetujui hasil voting mengenai definisi penuh Anti-Semitisme International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA) beserta contohnya yang berjumlah 11.

Namun komite tetap menjamin seluruh anggota dan pendukung partai buruh untuk tetap bisa bebas berekspresi terhadap Israel dan hak-hak warga Palestina. Para pendukung Corbyn menganggap tuduhan anti-semit terhadap politisi kawakan tersebut sebagai upaya musuh politik untuk mendiskreditkan dirinya yang telah lama berkampanye untuk keadilan politik bagi warga Palestina yang selama ini wilayahnya diduduki oleh Israel.

Corbyn sendiri telah mengatakan bahwa tak ada tempat untuk orang yang anti-semit di Partai buruh. Namun Corbyn juga tidak ingin membiarkan orang lain merestriksi anggota partai buruh untuk mengkritisi kebijkan Israel di Palestina. Menurut Corbyn, komunitas Yahudi dimana pun berada harus tetap dijaga. Yang harus dikritisi adalah gerakan Zionisme Israel.

Siapa sebenarnya Jeremy Corbyn?

Jeremy Bernard Corbyn lahir di Chippenham, Inggris, Britania Raya 69 tahun yang lalu tepatnya pada 26 Mei 1949. Kehidupan pribadinya cukup unik dan sedikit berbeda dengan kebanyakan orang di Inggris. Ia merupakan seorang Teetotal (anti alkohol) dan vegetarian. Ia juga tidak memiliki mobil pribadi dan lebih senang bersepeda. Waktu luangnya banyak digunakan untuk berkebun dan membuat selai.

Corbyn menikahi Laura Alvarez, wanita berusia 20 tahun lebih muda darinya yang berasal dari Meksiko. Mereka memiliki kucing yang dinamakan El Gato, dalam Bahasa Spanyol yang artinya “kucing”, dan ia mengklaim bahwa kucingnya memiliki tendensi kehidupan sosialis karena sering berbagi makanan dengan kucing tetangga.

Corbyn sendiri memang seorang politisi yang berideologi sosialis demokratik dan saat ini merupakan ketua Partai Buruh dan Partai Oposisi sejak tahun 2015. Karier politiknya dimulai sejak tahun 1983 saat terpilih menjadi anggota parlemen (MP) untuk Islington North.

Dari sana, ia memperjuangkan hak asasi manusia dan isu-isu buruh tidak hanya di Inggris tapi juga kepada komunitas internasional. Gerakannya mencuat ke publik saat ia menolak beberapa kebijakan Perdana Menteri dari Partai Buruh Tony Blair, terutama selama perang Irak.

Ia dengan tegas menentang kebijakan tersebut. Hingga saat ini ia masih lantang menyuarakan kebijakan sosialisme (demokrasi) dalam ekonomi, anti-perang dalam politik internasional, dan nasionalis dalam politik domestik.

Selain itu, Corbyn terus mengkritisi kebijakan-kebijkan partai Konservatif dengan mengkampanyekan program nasionalisasi moda transportasi, khususnya kereta api, menentang penghematan anggaran (austerity policy), menentang rencana pengeboman Suriah, menciptakan layanan pendidikan nasional dan mengampanyekan PeoplePeoples Quantitative Easing.

Posisi Partai Buruh juga terus menguat di bawah kepemimpinan Corbyn. Pada sela pemilu tahun 2017 lalu, Partai Buruh mendapat tambahan 21 kursi di parlemen sedangkan Partai Konservatif justru kehilangan 22 kursi di perlemen.

Pemilu sela yang di usulkan PM May ini justru melemahkan partai Konservatif yang sedang berkuasa. Sebaliknya, Corbyn dan Partai Buruh berhasil meraih lebih banyak suara dari pemilu sebelumnya dan bisa menggaet pemilih usia muda untuk mendukung mereka.

Pembela hak-hak warga Palestina

Jeremy Corbyn merupakan tokoh publik Inggris yang telah lama berkampanye untuk perjuangan melawan pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dan penindasan orang-orang Palestina. Pembelannya terhadap warga Palestina tidak hanya berupa kata-kata, tapi juga dalam tindakan.

Beberapa kali ia mengunjungi warga Palestina di Gaza dan juga di camp-camp pengungsi di beberapa negara. Menurut laporan Aljazeera, terakhir Corbyn mengunjungi camp pengungsi Syria dan Palestina di Jordania pada tanggal 20 Juni lalu yang juga bertepatan dengan hari pengungsi internasional.

Dalam kunjungannya tersebut ia mengatakan bahwa pemerintah Inggris dan masyarakat seluruh Dunia harus mengakui hak-hak para pengungsi dan memberikan bantuan berupa uang untuk mendukung UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East). Corbyn juga mengutuk keputusan AS untuk memotong lebih dari setengah rencana pendanaan untuk agensi PBB untuk pengungsi Palestina.

Kemudian pada tahun 2017 lalu, PM Theresa May mengundang Corbyn untuk makan malam bersama PM Israel Benyamin Netanyahu, dalam rangka memperingati deklarasi Balfour. Namun Corbyn tetap memegang prinsip untuk menyatakan sikap dukungannya kepada Palestina dan menolak menghadiri undangan makan malam tersebut.

Deklarasi Balfour sendiri ditandatangani pada tanggal 2 November 1917 oleh sekretaris Inggris saat itu, Arthur Balfour. Itu adalah sebuah janji dukungan pemerintah Inggris untuk “rumah nasional Yahudi” di Palestina.

Ketika terpilih menjadi ketua partai Buruh pada tahun 2015, sikap Corbyn bersama Partai Buruh adalah mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel dan Palestina. Ia menegaskan bahwa Israel harus menghentikan upaya okupasi terhadap teritori Palestina dan mengakui kedaulatan Palestina secara penuh.

Sehingga kedua negara dapat hidup berdampingan secara aman dan damai. Proses penyelesaian konflik tersebut harus melalui cara yang demokratis, saling menghargai satu sama lain dan dengan cara yang beradab. Dukungannya terhadap Palestina harus diacungi jempol.

Selain sering tampil dipublik melakukan demonstrasi bersama masyarakat untuk dukungan atas hak-hak politik warga Palestina, pada tahun 2010 Corbyn menjadi tuan rumah acara di Parlemen pada hari peringatan Holocaust dengan tema “Never Again for Anyone – Auschwitz to Gaza”.

Acara tersebut diselenggarakan oleh the Scottish Palestine Solidarity Campaign (SPSC) dan the International Jewish Anti-Zionist Network (IJAN), bertujuan untuk mendorong orang-orang belajar dari kekejaman masa lalu dan memberikan perhatian pada tindakan kriminal Israel terhadap orang-orang Palestina.

Dalam acara tersebut, Corbyn mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina adalah perilaku Nazisme. Pernyataan Corbyn ini menjadi kontroversi di Publik Britania Raya. Tuduhan anti-semit tak terhindarkan kepada dirinya. Untuk meredam suasana, kemudian Corbyn meminta maaf atas pernyataanya tersebut.

Satu tahun sebelumnya, tahun 2009, pada sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Stop the War Coalition, Corbyn mengatakan dia mengundang teman; dari Hamas dan Hezbollah pada sebuah acara di Parlemen.

Saat diminta klarifikasi oleh sebuah media nasional Inggris, ia menjelaskan mengapa menyebut perwakilan dari Hamas dan Hezbollah teman, Corbyn menjelaskan bahwa ia menggunakan istilah tersebut dalam konteks kolektif, ia tidak sepenuhnya setuju dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh kedua organisasi tersebut, namun untuk menuju proses perdamaian pihak-pihak yang saling bertikai (Israel, Hamas dan Hezbollah) hendaknya melakukan pertemuan dan pembicaraaan dengan kepala dingin agar mencapai kesepakatan perdamaian.

Corbyn memang seorang pembela Palestina sejati. Ia tak pernah segan-segan dan gentar menyerang zionis Israel, bahkan ia berjanji ketika terpilih menjadi PM Inggris, ia akan melakukan investigasi kepada Israel karena melakukan kejahatan perang dan akan melarang Inggris melakukan penjualan senjata ke Israel.

Perjuangan Corbyn sehaharusnya menjadi inspirasi umat muslim dan masyarakat seluruh dunia. Bahwa negara Palestina harus terbebas dari penjajahan zionis Israel dan mendapatkan hak-haknya sebagai negara yang merdeka. Kata Ferdinand I, Raja Hungaria dan Bohemia (1558-1564), “Fiat justitia pereat mundus”, hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun dunia harus binasa.

Deni Febrian, Mahasiswa European Studies, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia dan Peneliti di European Partnership and Research Center

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!