Opini

Menyoal Salam Pancasila!

Oleh : Henriono Minda*

OPINI, EDUNEWS.ID-Belakangan ini, Sentora Nusantara dihebohkan dengan ada pernyataan tentang salam pancasila sebaiknya menggantikan tradisi salam yang diucapkan oleh penganut agama selama ini di Indonesia. seperti Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu dll. menuai polemik yang perkepanjangan.

Dinamika itu menimbulkan tanda tanya, apakah anggota BPIP yang melontarkan pernyataan itu benar seorang pancasilais yang taat pada agama yang dilegitimasi di Indonesia atau mungkin yang bersangkutan seorang yang berpaham komunism sehingga mencoba mempertentangkan antara pancasila dan agama ..?

Kemungkinan itu bisa saja benar adanya, tetapi  kita harus memilih dasar yang kuat untuk membenarkan kecurigaan yang bertengker dalam benak kita. jika kita melihat pernyataannya, salah satu anggota BPIP dengan gaji yang pantastis itu, boleh jadi tidak memahami secara subtantif Pancasila dan nilai nilai yang terkandung didalamnya serta tidak (kurang) memahami ajaran yang diyakininya jika dia benar meyakini kebenaran agama.

Baca juga :  Mencari Pembenaran atas Kesalahan, Menambah Lawan dari Kawan

Akan tetapi, jika itu sengaja dilakukannya berdasarkan pengetahuannya, maka ada beberapa kemungkinan, pertama, tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membedakan keyakinan beragama dengan pancasila sebagai dasar Negara (“Ideologi bangsa Indonesia”).

Kedua, bersangkutan menggunakan Pancasila sebagai simbol untuk memperlihatkan bahwa dirinya seorang nasionalism sejati dengan mencoba menasionalisasi tradisi agama yang telah digunaka berabad-abad lamanya sebelum lahirnya Pancasila di Indonesia. padahal pernyataannya mempertentangkan ajaran agama dan pancasila dimana ingin mengutamakan Slogan salam pancasila (Nasionalism) tetapi merubah tradisi ajaran agama yang telah diakui dan tidak menutup kemungkinan ingin menjauhkan dan menghapus tradisi agama sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa yang bersangkutan telah mencoba membenturkan Pancasila dan agama dimana telah mendiskriminatifkan agama merupakan salah satu cara berfikir Komunism yang mengatakan agama adalah Candu. sehingga patut di waspadai cara berfikir komunism coba dibangun dengan menggonakan topeng Pancasila.

Baca juga :  Expertise Duplication 4.0

Ketiga, bersangkutan kemungkinan melontarkan pandangan itu dengan sadar dan sesadar sadarnya. hanya saja, sengaja membuat pernyataan kontroversial agar publik meresponnya sehingga kasus besar yang terjadi selama ini tenggelam dengan adanya polemik antara pancasila dan agama.
keempat, bersangkutan kemungkinan melakukan itu bertujuan untuk mengetahui kesadaran publik tentang pancasila dan agama dengan cara membuat dinamika konflik. akan tetapi, jika itu keinginnanya, saya pikir itu keliru membuat kegaduhan hanya untuk mengajak publik berfikir terutama pada jaman Now “Era Millenial”.

Padahal sejak 2007, Generasi Indonesia (GIe) telah menggunakan Salam Pancasila sebagai simbol Nasionalism tanpa harus mengotak-atik tradisi keagamaan yang didalamnya terdapat Nilai nilai Transendental masing masing Agama. dengan pandangan seperti itu, tidak pernah terjadi polemik Antara Pancasila dan Agama seperti yang terjadi belakangan ini di sentora Indonesia.

Baca juga :  Anies, Monas dan Orkestra Simfoni Musik Klasik

Adapun geliak sebagian publik yang mencoba mengkonsolidasikan agar membubarkan BPIP karena dianggap tidak jelas dan malah membuat Kegaduhan itu boleh saja. akan tetapi, hemat saya itu terlalu berlebihan karena kita butuh penanaman Nilai-Nilai Pancasila kepada kegenerasi Bangsa agar memiliki kesadaran dan keyakinan terhadap Dasar Negara (Ideologi Bangsa) yang tertanam dalam Akal dan terpatri dalam sanubarinya. sedangkan yang bersangkutan harus meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas pemikiran dan tindakannya yang telah melecehkan Pancasila dan Agama yang telah diyakini Masyarakat Indonesia. Selanjutnya mengevalusi Prof. Yudian Wahyudi dengan memberhentikan dari keanggotaan BPIP.
#SalamPANCASILA

Henriono Minda, Presiden Generasi Indonesia

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!