Opini

Opini : ‘Istana Pasir’ Joko Widodo

Oleh : Ferdinand Hutahaen*

Tinggal tersisa 5 bulan lagi maka genaplah pemerintahan Jokowi berumur 2 tahun pada oktober mendatang. Dan sekarang telah terlampaui 19 bulan pemerintahan ini berjalan dengan segala situasi dan kondisi yang bagi saya sangat tidak membanggakan dan justru telah terjadi penurunan kualitas pemerintahan, penurunan kualitas mentri, penurunan ekonomi, penurunan kondisi politik dan penurunan tingkat kepercayaan asing kepada bangsa ini. Penurunan kepercayaan itu dapat kita lihat dari bagaimana pemerintah sulit mendapatkan pinjaman luar negeri dan berencana mengurangi APBN 2016 secara besar besaran. Penurunan ekonomi terlihat jelas dari target pendapatan negara yang meleset jauh hingga bulan april lalu, penurunan ini tentu terjadi akibat tidak bergeraknya perekonomian dalam kata lain ekonomi stagnan.

Apa kabar proyek proyek infrastruktur yang diprogramkan oleh Jokowi sejak oktober 2014 hingga kini? Hampir tidak ada yang jalan sama sekali. Proyek infrastruktur yang berjalan sekarang masih hanya meneruskan proyek infrastruktur yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya dengan segala bercak noda masalah dan hambatan bahkan hingga ada yang mangkrak. Mari kita evaluasi satu persatu program Jokowi mulai dati Tol Laut yang hingga kini tidak terlihat dan malah menggenjot tol darat. Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang entah untuk apa juga jalan ditempat dengan segala masalahnya. Proyek listrik 35 GW yang diharapkan memutar uang seribu trilliun lebih ternyata tertidur dengan segala problemanya. Pembangunan jalur kereta api dibeberapa daerah juga baru sebatas wacana yang dalam bentuk kajian dan belum pada tahap realisasi. Swasembada pangan yang digembar gemborkan sangat jauh panggang dari api, faktanya saat ini kita terus impor bahan makanan dalam jumlah yang semakin besar. Permasalahan kesehatan rakyat melalui KIS juga tidak jelas bahkan BPJS hanya sukses menggaji direksinya ratusan juta perbulan tapi pelayanan kepada rakyat masih memprihatinkan, bahkan nasib para dokternya juga banyak yang belum terbayar. Ironis memang.

Janji ekonomi yang meroket pernah disampaikan pak Jokowi dengan gerakan tubuh yang meyakinkan, tapi sekarang faktanya ekonomi kita seperti mati suri, hidup dari hutang ke hutang tanpa mampu ciptakan pertumbuhan ekonomi ditengah masyarakat. Ketidak mampuan pemerintah untuk membuat ekonomi bertumbuh semakin jauh dari harapan dan angan angan, bahkan untuk mendapat pinjaman luar negeri pemerintah ini seperti sudah tidak dipercayai, maka muncullah ide dari pemerintah untuk menggadaikan aset negara sebagai jaminan untuk mendapatkan hutang guna membiayai operasional pemerintah yang terlihat sibuk akan tetapi sibuk entah untuk apa.

Sepertinya Jokowi sedang membangun istana pasir bagi dirinya, sebuah istana yang menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dengan harapan bahwa semua infrastruktur diatas kertas itu akan menjadi monumental dan menjadikan nama Jokowi besar diatas istana pasir. Jokowi sedang mempertaruhkan nilai yang sangat besar, berencana mengorbankan aset negara untuk sebuah fatamorgana. Jokowi sedang mengorbankan negara untuk fatamorgana infrastruktur yang tidak nyata, sementara waktu efektif tersisa bagi Jokowi membangun semua itu tinggal satu tahun, karena setelah itu kita sudah masuk dalam tahun politik.

Pertanyaannya, mampukah Jokowi mengubah istana pasir itu menjadi istana batu dalam 1 tahun? Mampukah Jokowi merubah fatamorgana itu menjadi nyata dalam 1 tahun? Biarlah waktu yang menjawab, apakah Jokowi seorang Pemimpin atau seorang Pemimpi.
Ferdinand Hutahaean
Rakyat Jelata Yang Bukan Pemimpi

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!