Literasi

Pada Guru Kita Titipkan Masa Depan Anak Bangsa

Oleh: Keysia Christa Kabubu*

Keputusan itu pun sudah bulat, memilih untuk menjadi pendidik. Mencerdaskan dan mendidik para generasi penerus bangsa karena itulah janji yang harus dilunasi bagi setiap orang terdidik.

Inilah keputusan berat dengan tanggung jawab yang sangat besar, belajar dan mengajar adalah kunci menjalani profesi ini. Tekun dan selalu tersenyum melalui setiap proses dan menyiapkan diri untuk menjadi seorang guru.

Bertanggungjawab terhadap pembentukan masa depan menunjukkan bahwa guru berbeda dengan profesi yang lain. Sehingga menjadi tidak berlebihan, apabila sebagai profesi, guru mendapat kehormatan memiliki Hari Guru. Kehormatan yang tinggi ini memiliki potensi pentingnya profesionalitas guru.

Profesionalitas guru baru akan terasa hasilnya pada masa depan, yang apabila salah arah, akan mustahil diputar kembali untuk memperbaikinya, karena pendidikan adalah proses yang tidak bisa dibalik.

Baca juga :  Jangan Memberhalakan ”Multikulturalisme!

Dampaknya yang masif pada saat jauh mendatang mengharuskan profesionalitas guru untuk dijaga dan terus ditingkatkan dengan hati-hati dan waspada dan tidak boleh terjebak hanya karena pertimbangan kepentingan sesaat.

Menjadi guru/pendidik adalah sebuah kehormatan, memilih jalan terhormat untuh hadir bersama-sama calon penerus bangsa dalam mempersiapkan masa depan bangsa ini, tanpa kenal lelah kita terus memberikan semangat yang tinggi dalam terus mewujudkan cita-cita para sejarawan kita.

Ingatlah bahwa guru merupakan modal awal untuk meraih masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera itu dibangun.  Di setiap kata dalam pesan pendek yang di tulis, di sana ada tanda pahala guru.

Bagi kalian calon pendidik bangsa yang berbondong-bondong memilih pendidikan guru, ingat tujuan menjadi guru bukan cuma sekedar seolah-olah. Kita pilih jalan mulia, menjadi pendidik. Jangan kemulian dinobatkan sebatas seolah-olah, hidup ini adalah nyata tidak ada yang seolah-olah.

Baca juga :  Kemendikbud Minta Kuota 100 Ribu CPNS untuk Guru Honorer

Kenapa? Karena dengan profesi ini kita akan punya pengalaman baru, kita punya keluarga baru, kita punya sodara baru, kita punya rumah baru, dan kita punya anak didik yang suatu saat akan kembali kepada kita dengan menulis sms, menulis email dan bilang terima kasih anda pernah hadir di kehidupan saya dulu, dan itu adalah prise in itself yang tidak bisa dibeli dengan rupiah.

Keysia Christa Kabubu, Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Makassar

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top