Opini

Penguatan Masyarakat Melalui Program Pengarusutamaan Gender di Lingkungan HMI

Sosialiasi Penguatan Arus Utama Gender kepada mahasiswa

Oleh : Rezki Satris dan Wahid Miftahul Ashari*

 

OPINI, EDUNEWS.ID-Kajian tentang pengarusutamaan gender telah banyak dibahas baik di tingkat masyarakat melalui program pemerintah hingga tingkat universitas melalui kajian-kajian ilmiah. Akan tetapi, pada realitasnya kajian-kajian ini belum mampu sepenuhnya menyentuh kesadaran masyarakat tentang melek gender. Sebagai contoh, pembagian peran (kerja) antara laki-laki dan perempuan terjadi akibat perbedaan jenis kelamin yang dipergunakan di masyarakat, yaitu peran domestik dan peran publik. Peran domestik cenderung tidak menghasilkan uang, kekuasaan, dan pengaruh. Peran domestik ini diserahkan kepada perempuan, dan apabila ada laki-laki yang berperan dalam ranah domestik maka hanya bersifat membantu saja. Peran publik merupakan peran yang dilakukan oleh laki-laki dan dapat menghasilkan uang, kekuasaan dan pengaruh. Sehingga terjadi diskriminasi social berdasarkan jenis kelamin.

Baca juga :  Negeri Auto-Pilot

Pembagian kerja mengakibatkan ketimpangan antara laki-laki dan perempuan, sehingga menimbulkan ketidakadilan gender yang dapat merugikan perempuan. Lebih disayangkan lagi, kurangnya pemahaman terhadap kesetaraan gender tidak hanya diperoleh masyarakat awam akan tetapi telah merambah ke dunia mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual. Kaum intelektual di mana seharusnya ketimpangan terhadap konstruksi gender diperjuangkan oleh mereka. Akan tetapi pada kenyataannya adalah mahasiswa cenderung terbawa arus budaya bangsa yang didominasi budaya patriarki. Tentu ini menjadi kekhawatiran kita bersama bahwa kesetaraan gender yang seharusnya dibawa oleh kaum intelektual sebagai kaum yang menghilangkan berbagai bias terhadap gender justru menjadi pelaku dari ketidaksetaraan gender. Oleh karena itu, melalui konsep pengabdian dengan membawa tema Penguatan masyarakat melalui program pengarusutamaan gender di Lingkungan mahasiswa akan memberikan sebuah stigma baru terhadap pentingnya kesetaraan gender di segala aspek kehidupan. Isu gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia. Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan penguatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender, namun data menunjukkan masih adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam hal akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat, serta penguasaan terhadap sumber daya, seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan bidang strategis lainnya. Adanya ketertinggalan salah satu kelompok masyarakat dalam pembangunan, khususnya perempuan disebabkan oleh berbagai permasalahan di masyarakat yang saling berkaitan satu sama lainnya. Permasalahan paling mendasar dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak adalah pendekatan pembangunan yang belum mengakomodir tentang pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki dalam mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan. Untuk itu, pengarusutamaan gender diperlukan sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan pembangunan yang dapat dinikmati secara adil, efektif, dan akuntabel oleh seluruh penduduk, baik perempuan, laki-laki, maupun anak.

Baca juga :  Kemesraan Kapitalis di Lingkungan Kampus
Advertisement

Dalam mewujudkan keadilan gender maka muncullah berbagai gerakan perempuan atau dikenal dengan istilah gerakan feminisme sebagai alat aspirasi perempuan dalam mencapai tujuan. Gerakan feminisme adalah sebuah gerakan social yang dipelopori oleh perempuan dengan membawa serta tiga landasan utama yakni pertama, objek utama kajiannya adalah situasi dan pengalaman wanita dalam masyarakat; kedua, membicarakan wanita sebagai subjek utama dalam proses kajiannya; dan ketiga teori ini kritis dan aktif membela wanita, berusaha menghasilkan dunia yang lebih baik untuk wanita pada khususnya dan manusia pada umumnya.

Tentu ketiga landasan yang dibawa oleh gerakan feminism tersebut bukan tanpa alasan. Hadirnya diskriminasi social di masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan di tengah dominasi budaya patriarki menjadikan gerakan ini massive memperjuangkan nasibnya. Pelecehan seksualitas, kekerasan dalam rumah tangga serta dampak buruk dari perilaku lainnya menjadikan perempuan bangkit untuk memerjuangkan nasibnya dalam berbagai cara. Salah satu cara yang dilakukan oleh perempuan yang berhubungan dengan ketidakadilan berbasis gender, baik dalam ranah privat maupun public adalah dengan konsolidasi gerakan perempuan tidak hanya mengangkat ketidakadilan berbasis gender maupun kekerasan terhadap perempuan, melainkan pada akhirnya berujung pada perlawanan terhadap otoritarianisme yang selalu memojokkan perempuan. Perlawanan terhadap masalah sektoral, seperti perburuhan, kepertanian, krisis ekologi, LGBT, masalah keberagaman, dan lainnya menjadi salah satu gerakan yang diperjuangkan oleh kaum perempuan. Selain itu, gerakan perempuan terus mencari bentuk dan pemikiran untuk mendorong agenda politik perempuan di ranah publik, mulai dari tingkat nasional hingga di akar rumput. Aksi kolektif perempuan adalah salah satu metode gerakan perempuan yang bertujuan untuk mengajukan tuntutan di ranah publik dengan tetap membawa identitas gender perempuan. Gerakan perempuan pun tak berhenti pada persoalan perempuan, tetapi juga merambah persoalan publik yang lebih luas, kelestarian lingkungan dan keadilan social.

Konsep pengarusutamaan gender tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat tertentu tetapi secara menyeluruh di berbagai kalangan. Namun, sayangnya pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum paham arti pengarusutaam gender. Lebih disayangkan lagi ketika kaum muda terutama mahasiswa tidak paham dengan konsep kesetaraan gender.

 

Rezki Satris dan Wahid Miftahul Ashari. Universitas Amikom Yogyakarta

 

 

 

 

 

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com