Opini

Pertarungan Politisi, Tentara dan Akademisi

Oleh: Ikhsan Kurnia*

OPINI,EDUNEWS.id–Ini adalah kompetisi yang berwarna. Dilihat dari teori marketing, tampak positioning, differentiation dan brand yang dimiliki oleh 3 pasang calon Gubernur tersebut sudah sangat jelas. Moment politik seperti ini relatif jarang terjadi.

Ahok adalah politisi yang memiliki tipe executor, risk taker dan personally high-resource. Sedangkan Anies adalah akademisi yang cenderung bertipe conceptor, accommodator dan personally low-resource. Sementara publik belum begitu mengenal leadership style yang dimiliki oleh Agus. Jika brand-nya terikat dengan brand ayahnya SBY, maka ia termasuk tipe conceptor, accommodator dan personally low-resource. Jika ini benar, maka tipologi leadership style yang dimiliki oleh Anies dan Agus memiliki kemiripan. Konon, seseorang semakin tinggi pendidikannya, karakternya semakin dekat kea rah konseptor. Cara pengambilan keputusannya cenderung lambat, namun penuh perhitungan.

Baca juga :  Ini 32 Daftar Janji Kampanye Anies-Sandi

Kedua tokoh ini (Anies dan Agus) sepertinya menjadi antitesa karakter Ahok. Latar belakang keduanya berbeda jauh, namun sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Amerika. Latar belakang pendidikan ini juga penting, karena Amerika cenderung membentuk orang memiliki karakter yang “berwibara” dan high profile. Ini tentu menjadi pembeda dengan Ahok, yang cenderung lebih “down to earth” dan ngomong apa adanya tanpa basa basi. Namun Anies yang orang Jawa dan berpengalaman sebagai jubir Jokowi yang sukses, mungkin bisa mengimbangi Ahok dalam berkomunikasi dengan warga DKI. Apalagi warga DKI banyak orang bersuku Jawa. Sementara Agus selama ini relatif terbatas pergaulannya di kalangan militer. Kita masih belum bisa menilai lebih jauh tentang gaya public speaking-nya.

Baca juga :  Islam Jangan Minta Tolong!

Pertarungan ini akan menjadi terkesan Ahok versus Anies & Agus. Karakter pemilih Ahok sepertinya akan berbeda dengan kedua pesaingnya. Namun karakter pemilih Anies dan Agus sepertinya cenderung mirip, terutama dari kalangan muslim. Secara strategis sesungguhnya figur Anies dan Agus agak kontraproduktif. Mereka bermain di segmen yang sama. Kecuali jika meraka dapat menjangkau segmen yang dimiliki oleh Ahok. Namun ini harus dengan strategi marketing yang jenius dan extra-ordinary, tidak hanya biasa-biasa.

Ketiga figur ini sesungguhnya membawa era baru dalam sejarah politik DKI. Usia ketiganya masih relatif muda untuk kelas seorang Gubernur. Ahok berusia 50 tahun, Anies 47 tahun dan Agus 38 tahun. Ahok lebih tua dan lebih “matang” dalam politik praktis, karena memang backgroundnya seorang politisi. Anies masih “separuh matang”, sedang Agus masih cenderung “hijau”. Faktor usia dan pengalaman tentu bukan satu-satunya variabel penentu kemenangan. Namun ini penting diperhatikan oleh para tim marketer ketiga figur tersebut.

Baca juga :  104 Ribu Pemilih Siluman Ditemukan di Pilkada DKI

Saya yakin ini akan menjadi perhelatan politik yang seru. Komposisi kompetitor ini sekaligus dapat menjadi miniatur dan referensi pertarungan yang akan terjadi secara nasional di 2019 mendatang.

 

Ikhsan Kurnia ;Pengamat Marketing Politik

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!