Opini

Smart City dan Tantangan Birokrasi

Busri

Oleh : Busri*

OPINI, EDUNEWS.ID-Frasa Smart City atau Kota Cerdas makin sering terdengarakhir-akhir ini. Kota Cerdas telah menjadi pembicaraan danperdebatan umum di kalangan perencana kota dan peminat isuisu perkotaan dunia, menjadi isu mainstream yang diyakinibakal menjadi solusi bagi permasalahan akut perkotaan di era modern ini. Bahkan di Kota Makassar sendiri mengangkat frasaSombere’ and Smart City yang memadukan kearifan lokalmasyarakat dan kecanggihan Smartcity dalam pemerintahannyapada 2019 lalu . Kota Cerdas, pada dasarnya tidak hanyamerupakan kota dengan sistem teknologi informasi yang mumpuni dan terintegrasi dengan laju pembangunan kota. Lebihdari itu, Kota Cerdas adalah kota yang cerdas dalam segala hal, baik dari sisi sosial-ekonomi, lingkungan dan manusianya.

Namun perlu diingat, Kota Cerdas hanyalah sebuah atribut, yang harus diwujudkan melalui kerja sama berbagai komponenstakeholders yang merasa memiliki (bukan hanyaberkepentingan) atas kota yang ditinggalinya. MengutipMohammad Burhanudin dalam tulisannya “Kota Cerdas danKontradiksi Ruang (2015), Kota Cerdas dapat saja berubahmenjadi frasa besar tanpa makna, karena sering dibicarakansebagai solusi terintegrasi atas masalah perkotaan Indonesia namun masih kabur pada tataran realisasi Maka, penting untukmenjaga semangat mewujudkan Kota Cerdas agar tidak layusebelum berkembang. Pertanyaannya kemudian, siapa saja yang memiliki kewajibanmenjaga semangatdan merealisasikanmimpi sebuah kota menjadi Kota Cerdas?

Selain masyarakat yang cerdas, Kota Cerdas jelasmembutuhkan komponen birokrat (aparatur pemerintahan) danbirokrasi (pemerintahan) yang cerdas. Mengapa dibutuhkan? Karena para birokrat dan sistem birokrasi inilah yang menggerakan jantung kota yang bernama pemerintahan kota. Pemerintah, melalui birokrat yang berdiri di garis depan, bertugas dan berkewajiban untuk memberikan pelayanan publikyang dibutuhkan masyarakat. Para birokrat ini juga acapkalimenjalankan fungsi perencanaan, bersama pemimpin publik, iamenentukan arah berjalannya suatu kota. Oleh karenanya, birokrasi menjadi salah satu tiang terpenting dalam bangunanKota Cerdas. Tetapi, bagaimana kenyataannya di Indonesia? Sudahkan birokrasi Indonesia bertransformasi menjadi sosokbirokrasi yang cerdas?

Sebagaimana rahasia umum, birokrasi Indonesia sudahsejak lama dikeluhkan atas berbagai permasalahannya. Kinerjayang buruk, cenderung mengutamakan prosedur dibandingtujuan, menghindari inisiatif, mengelak dari tanggung jawabpersonal, menolak tantangan dan tidak suka berkreasi (Rohman, 2010) menjadi sebagian dari banyak patologi (penyakit) yang diidap birokrasi. Birokrasi, yang sebagaimana dikonsepsikanoleh Max Weber sebagai organisasi yang sangat ideal, justrumenyimpang jauh dan berubah menjadi organisasi yang kakudan bertele-tele. Permasalahan inilah yang tidak terjadi di negara-negara barat, dimana konsep Kota Cerdas berhasildiimplementasikan. Birokrasi di negara barat, seperti di wilayahAmerika Utara dan Eropa, cenderung lebih mapan dan siapmelayani publik secara profesional, sehingga pembangunanbirokrasi bukan hal yang perlu dipikirkan lagi. Berbeda haldengan Indonesia, dimana energi untuk membangun Kota Cerdas terlebih dahulu habis hanya untuk membenahi mental dan perilaku birokrasi.

Namun, alih-alih memperbaiki mental dan perilakubirokrasi, dalam rangka menyongsong Kota Cerdas, pemerintahkota malah hanya sekedar melatih birokrat bagaimana caramenggunakan internet dan surat elektronik. Padahal sekali lagi, Kota Cerdas bukan masalah teknologi semata. Di Kota-kotaCerdas dunia seperti Barcelona, Vancouver atau Amsterdam, jaringan teknologi hanya memainkan peran sebagai penghubungberbagai infrastruktur kota yang sudah memadai dan layananpublik yang baik (Burhanudin, 2015). Logika birokrasi yang kaku dan bertele-tele, dalam konsep Kota Cerdas kemudian akandipertemukan dengan logika teknologi yang responsif, tepatguna, efisien dan efektif. Apabila tidak dipersiapkan denganbaik, birokrasi kita akan terengah-engah dalam mewujudkanKota Cerdas di Indonesia. Oleh karena itu, birokrasi Indonesia harus dipersiapkan agar dapat senantiasa memberikan pelayananpublik terbaik dan siap menghadapi tantangan zaman yang selalu berubah.

Hal yang harus dipersiapkan birokrasi Indonesia agar siapmenghadapi era Kota Cerdas adalah membangun visi, manusia, sistem dan lingkungan birokrasi (Keban, 2007). Dan untukmembangun keempat hal tersebut, perlu ditanamkan suatupendekatan baru yang bernamamanajemen perubahan”. Manajemen perubahan berarti perubahan harus direncanakan, diorganisasikan, dipimpin dan dikendalikan (Nugroho, 2013). Melakukan perubahan memang hal yang cukup sulit untukdiwujudkan, maka dari itu, Kotter dan Cohen (2002) menciptakan model praktis yang terdiri dari tiga tahap, yaituMelihat, Merasakan dan Berubah.

Perubahan dapat dimulai dari menemu-kenali fakta-faktayang dapat dilihat, yang mempengaruhiperasaandanemosi”, dan kemudian menciptakan perubahan. Dalam tahapanselanjutnya, yaitu pelaksanaan perubahan, pemimpin publikdibebaskan untuk memilih tiga model yang disarankan Davidson (dalam Nugroho, 2013), yaitu dijalankan dengan dipaksakan, dijalankan secara diam-diam, dan dijalankan secara persuasif. Tetapi menurut hemat penulis, model persuasif adalah model yang lebih cocok diterapkan di Indonesia. Sama halnya sepertimanajemen konflik, pendekatan kekerasan, atau dapatdiasosiasikan sebagai model yang dipaksakan, hanya akanmenghasilkan stabilitas yang semu, namun dengan pendekatanyang lebih soft, stabilitas yang tercipta akan lebih konsensualdan bertahan lama. Begitu pula dalam melakukan perubahan. Akan muncul kesamaan pemahaman di seluruh kalanganbirokrat, nirresistensi dan partisipasi aktif dari mereka ketikamenjalankan manajemen perubahan melalui model persuasif.

Dengan memenuhi berbagai kualifikasi tersebut, mimpimewujudkan Kota Cerdas, dan juga birokrasi yang cerdas, bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Kunci dari semuanyaadalah sejauh mana keinginan birokrasi, dan juga kita semua, untuk mau berubah ke arah yang lebih baik.

Busri. Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara FisipUnismuh Makassar

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com