Opini

Wacana Pemilihan Presiden Kembali ke MPR

Oleh: Mohamad Sukarno

OPINI, EDUNEWS.ID-Salah satu isu yang sedang hangat dibicarakan akhir-akhir ini adalah penetapan
kembali pemilihan presiden oleh MPR. Wacana tersebut cenderung menodai semangat reformasi serta kemunduran demokrasi yang sedang berlangsung.

Apabila wacana pemilihan presiden oleh MPR dilaksanakan kembali, maka tidak menutup kemungkinan akan ada problematika yang bergejolak baik di pemerintah maupun dibenak masyarakat. Ketika MPR memiliki legitimasi pemilihan presiden, maka yang terjadi adalah polemik-polemik baru dimasyarakat. Hak-hak demokrasi serta ruang komunikasi antar rakyat dengan presiden akan terputus. Hal tersebut dapat kita lihat dari tata cara pemilihan presiden secara langsung (rakyat) dan tidak langsung (MPR).

Hal lain yang perlu diperhatikan dari wacana tersebut adalah munculnya tokoh-tokoh elite politik yang memiliki legitimasi di MPR. Para ketua umum elite partai politik seperti, PDIP, GERINDRA, GOLKAR, NASDEM dan partai-partai lainnya diindikasikan memiliki hak preogratif dalam menentukan siapa saja kandidat presiden di Republik ini. Rakyat Indonesia juga perlu mengetahui, bahwa ketika presiden dipilih oleh MPR. Maka, hal yang terjadi adalah komposisi-komposisi elite-elite politik.

Baca juga :  Membangun Desa dengan Melek Media

Semangat reformasi memberi pesan pentingnya partisipasi rakyat dalam menentukan colon pemimpin negaranya, dan bukan direpresentasikan oleh elite-elite politik saja. Pemilihan presiden secara langsung
diharapkan memberikan regenerasi kepemimpinan sebuah negara yang erupakan produk suara rakyat, bukan melainkan produk suara elite-elite politik.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!