MUZAKKIR DJABIR

Api Politik SYL!

SYL

Oleh : Muzakkir Djabir*

POTRET, EDUNEWS.ID-Sosok Syahrul Yasin Limpo (SYL) ramai ditelusuri di mesin cerdas google, setelah Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Indonesia Maju. Publik Indonesia penasaran, ingin tahu detail profil mantan pamong yang berkarier dari kepala desa, camat, lalu Bupati hingga menjabat Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode tersebut.

Masyarakat Sulawesi Selatan sudah sangat familiar dengan klan Yasin Limpo. Tokoh yang berhasil mewariskan karakter dan bakat kepemimpinan kepada anak-anaknya, bahkan generasi ketiga keluarga Yasin Limpo sudah banyak yang tampil berkiprah di birokrasi dan legislatif.

SYL adalah pemimpin multitalenta, piawai merangkai kata atau memilih diksi ketika berpidato, orasinya dapat memukau audiensnya, egaliter dalam berinteraksi, sehingga gampang dekat dengan orang yang baru kenal dirinya. Ketika pada pemilu legislatif 2019, SYL yang maju sebagai caleg partai Nasdem tidak terpilih, banyak pengamat menilai bahwa karier politik SYL bahkan klan Yasin Limpo sudah tamat di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, pada kontestasi Pilgub, adik kandungnya Ichsan Yasin Limpo (alm) juga kalah.

Baca juga :  Lafran Pane, Guru Para Begawan

Politik memang sangat dinamis, benar apa yang disampaikan mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill bahwa dalam medan perang prajurit hanya mati sekali sedangkan dalam politik orang bisa terbunuh berkali-kali. SYL pasca selesai menjabat Gubernur Sulawesi Selatan pasti pernah merasa ‘redup’ masa depan politiknya, terlebih ketika gagal melaju menjadi anggota legislatif DPR RI. Tapi takdir baik menghampirinya, Presiden Jokowi memilihnya sebagai bagian dari pasukan utamanya, ditugaskan untuk membenahi sektor pertanian-pangan yang dikelilingi banyak ‘mafia’.

Advertisement

Transformasi Ketokohan!
Posisinya sebagai Menteri, menegaskan proses transformasi Ketokohan seorang SYL dari tokoh daerah naik level menjadi tokoh nasional. Tak sedikit prestasi yang ditorehkannya ketika menjabat sebagai Gubernur tapi itu hanya membawanya pada skop interaksi yang lebih luas ditataran elit nasional, dirinya tetap diidentifikasi sebagai tokoh daerah. Berbeda dengan sekarang, SYL dengan segala keterbatasannya merupakan elit nasional yang akan banyak mendapatkan sorotan publik. Terlebih dirinya memimpin salah satu kementerian yang strategis.

Anak tangga kepemimpinan nasional sedang ditapakinya, kepiawaian kepemimpinannya akan diuji sejauhmana keberhasilannya memimpin kementerian pertanian. seluruh anak negeri berharap penuh akan ketersediaan pangan berkualitas dan murah, berjuta petani menyandarkan harapannya agar dapat meraih sejahtera. Kunci lompatan kepemimpinan SYL dalam kancah nasional ditentukan oleh dirinya sendiri. Pengalamannya sebagai pamong, memberikan banyak pengalaman dan cakrawala tentang seperti apa posisi petani dan tantangan dunia pertanian secara holistik. Saya sempat menonton beberapa wawancaranya di media tentang perspektifnya terkait dengan anatomi problematika sektor pertanian-pangan. Terlihat bahwa SYL memahami dan mendalami sektor pertanian dengan sangat baik.

SYL sedang bertransformasi menguatkan positioning kepemimpinannya secara personal. Pasca JK, nampaknya di kawasan timur Indonesia belum muncul figur kuat pengganti JK, ruang kosong ini dapat diisi oleh SYL, jika dimenej dengan apik, kuncinya ada pada kesuksesan memimpin kementerian pertanian dengan segala program yang telah dicanangkan.
Api politik SYL masih terus berkobar.
Selamat bekerja komandan!

 

Penulis adalah Direktur Eksekutif iDea Strategic

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com