Nasional

Amien Rais : Selamat Tinggal Revolusi Mental

Amien Rais

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID-Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais menyinggung soal kebijakan revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, mental tidak menyangkut moral sehingga revolusi mental tidak menjadikan orang-orang bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk.

Hal ini disampaikan Amien dalam acara Pengajian Kebangsaan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API) di Rumah Dakwah Al Hujjah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, (16/12/2018).

“Mental itu tidak bisa membandingkan mana hak mana batil. Karena itu nanti kita ucapkan selamat tinggal revolusi mental, kita sambut revolusi moral. Prabowo, Prabowo, nanti kita gelorakan revolusi moral,” ujarnya, dikutip dari detikcom

Amien kemudian bicara soal usianya yang tak lagi muda dan keinginan untuk meruntuhkan rezim saat ini. Dia juga menyinggung soal sejumlah megaproyek yang uangnya berasal dari asing.

Baca juga :  '80 juta jiwa atau 30 persen' Suara Milenial Menentukan Pemenang Pilpres 2019

“Saya ini sudah hampir 75, tapi saya masih loncat ke tronton. Ini karena mumpung masih hidup, mumpung masih ada kesehatan. Kalau kita bisa meruntuhkan rezim yang pekok ini, bagaimana amal salih yang monumental yang bisa kita kerjakan,” ujarnya.

“Ada 3 megaproyek yang oleh para taipan, para cukong dan para jongosnya di Jakarta itu mengatakan pasti bisa. Yang pertama, reklamasi Teluk Jakarta, nilainya Rp 300 triliun. Yang kedua, megaproyek Meikarta, Rp 280 triliun. Kemudian kereta api cebong, cepat bohong-bohongan, itu Jakarta-Bandung, itu Rp 90 triliun. Modal paling gede itu dari Beijing,” sambung Amien.

Dia pun menyebut megaproyek itu kini mangkrak. Salah satu yang dicontohkannya adalah reklamasi Teluk Jakarta yang dihentikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga :  KB PII : Penguasaan Tanah yang Dikatakan Amien Rias Itu Nyata

“Kita punya Anies Baswedan ini, ketika menyambut di Reuni Akbar ini, itu kan keluar takaburnya, tapi takabur yang terpuji. Karena Allah mengatakan takabur kepada orang takabur itu sodaqoh. Dia (Anies) mengatakan, untuk menutup teluk Jakarta itu cuma butuh satu lembar tandatangan,” ucap Amien.

Dia mengajak semua jemaah yang hadir untuk berdoa agar pada Pilpres mendatang ada presiden baru yang terpilih. Menurutnya, jika semua umat Islam mendoakan hal yang sama, nantinya pada 17 April 2019 akan ada syukuran.

“Kita maju terus sampai 17 April. Mudah-mudahan. Saya minta sejak sekarang ditambah setengah menit doa. Pakai bahasa Indonesia, Jawa terserah lah, Ya Allah mudah-mudahan Engkau berikan kepada bangsa dan umat Islam presiden baru yang lebih ramah kepada agamaMu, akan membela agamaMu. Tiap setelah salat. Syukur-syukur kalau yang bangun malam itu lebih tokcer lagi. Kalau jutaan umat Islam berdoa sama, itu langit membuka. Kemudian 17 April, magrib kita syukuran,” tutur Amien.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com