Ahmad Alim Bachri

AMMIB Segel Kantor MUI dan Minta Polres Tanjungbalai Gelar Perkara Ulang Kasus Meliana

TANJUNGBALAI, EDUNEWS.ID –  Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Independen Bersatu (AMMIB) melakukan aksi unjuk rasa kemarin (8/12/2016).

Dalam aksi ini AMMIB meminta pihak kepolisian agar melakukan gelar perkara ulang karena dinilai ada kejanggalan dalam pelaksanaan gelar perkara yang dilaksanakan pada tanggal 4 november  2016 lalu.

Menurut AMMIB kejanggalan tersebut terletak pada BAP yang tidak sesuai dengan pernyataan saksi. Selain itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai juga tidak bijak dalam menangani permasalahan penistaan agama yang ada di Kota Tanjungbalai.

Koordinator lapangan, Prasetiawan dalam orasinya mengungkapkan kekecewan yang mendalam terkait penegakan hukum di Kota Tanjungbalai.

“Kami kecewa atas kinerja aparat penegak hukum yang hari ini masih pandang bulu dan tidak transparan, sudah berjalan kurang lebih lima bulan pasca peristiwa namun tidak ada kejelasan hukum terhadap pemicu kerusuhan 29 juli. Kami meminta kepada kepolisian kota tanjungbalai untuk segera melakukan gelar perkara ulang terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Meliana,” ungkapnya.

Baca juga :  Kenapa Polri Harus Panggil Ahok ? ini Alasan Supratman Andi Atgas
Advertisement

Prasetiawa juga meminta kepada MUI Kota Tanjungbalai untuk mengeluarkan fatwa bahwa Meliana telah menistakan agama islam karena ucapannya untuk memberhentikan suara adzan.

Senada dengan Prasetiawan,  Fauzi juga menyatakan bahwa setiap penista agama harus diadili.

“Indonesia adalah negara yang melindungi kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya di dalam UUD 1945 pasal 28E ayat (1) dan pasal 29. Jika Di Jakarta Ada Ahok yang menistakan agama Islam sudah di jadikan tersangka kenapa di tanjungbalai Meliana bebas dan tidak ditetapkan menjadi tersangka,” ujar fauzi dalam orasinya.

AMMIB dalam aksi unjuk rasa juga mempertanyakan tentang adanya dana sebesar Rp 2,8 miliar dalam penanganan Meliana sebagaimana isu yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam aksi ini AMMIB menyegel Kantor MUI karena tidak ada satupun yang mau menemui massa aksi. AMMIB juga mendesak Wali Kota dan wakil Wali Kota Tanjungbalai untuk mundur dari jabatannya.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com