News

Bawa Kuliah Umum, Wali Kota Makassar Bicara ‘Proxi War’ dan ‘Asimetri War’

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto sebagai pembicara dalam Kuliah Umum di Kampus Patria Artha (Foto : KabarMakassar)

MAKASSAR, EDUNEWS.ID – Dihadapan ratusan  mahasiswa baru,  Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan kuliah umum dan gambaran  tantangan masa depan yang kelak akan dihadapai oleh bangsa Indonesia. Kuliah umum ini dilaksanakan di kampus Patria Artha, Jalan Tun Abdul Razak, Makassar Selasa,  (18/10/2016).

Pada kuliah umum ini, Danny  menyampaikan kepada para Mahasiswa agar membekali diri dengan empat karakter positif yaitu memiliki inisiatif, adaptif, inovatif dan positive thinking.

Menurutnya keempat karakter itu harus dibarengi dengan kecepatan termasuk kecepatan dalam mengambil keputusan, kecepatan dalam mengakses informasi, dan kecepatan bertindak atau responsive. Selain itu, berbagai isu penting pun digulirkan orang nomor satu Makassar itu, mulai dari proxy war, asimetri war hingga kisah inspiratif dari tokoh Walt Disney.

Baca juga :  Menteri PUPR Sebut Presiden Kurang Bergairah Resmikan Tol, Ini Alasannya

Danny mengatakan saat ini dunia tengah berada dalam proxy war dan asimetri war.

Negara-negara di dunia diliputi kekhawatiran akan terjadinya ledakan penduduk di tahun 2050 yang mengakibatkan kelangkaan pangan sehingga negara-negara di dunia berlomba-lomba menguasai sumber pangan dan oksigen di bumi.

“Ada tiga negara penghasil oksigen di bumi karena memiliki hutan yaitu Indonesia, Brazil, dan Afrika Selatan. Ketiga negara itu adalah negeri yang subur dan penghasil bahan pangan,” ujar Danny.

Proxy war dan asimetri war digulirkan dengan cara-cara yang halus. Mereka melakukan invasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Melakukan pelemahan dengan menjauhkan generasi muda dari ideologi dan karakter bangsanya.

Pesan-pesan pornografi pun disebar luaskan melalui smartphone, berbagai aplikasi dibuat yang mampu menghapus sekat ruang privasi dan publik serta batas antar negara.

Baca juga :  Bupati Nganjuk Resmi Dipecat dari PDIP

Kearifan dalam memanfaatkan teknologi dibutuhkan agar tidak terjebak pada penyalahgunaan teknologi yang dapat membawa pengaruh negatif mulai dari kemerosotan moral hingga tindakan kriminal.

[KabarMakassar]
To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com