News

Bela Hary Tanoe, Ketum PB HMI Disemprot Kader

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiwa Islam (PB HMI)‎ Mulyadi P Tamsir menanggapi kasus Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo adalah bentuk penggiringan opini publik untuk meyakinkan bahwa telah terjadi krimanalisasi pada pemilik MNC Group itu.

Demikian disampaikan Ketua bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Bogor periode 2012-2013, Abdul Rabbi Syahrir dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (28/6).

“Kekhawatiran saya adalah ini berimplikasi pada hilangnya kepercayaan publik pada lembaga negara khususnya aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan dan Polri,” kata Rabbi Syahrir.

Menurutnya, seharusnya sekelas ketum PB HMI dapat melihat persoalan kasus Hary Tanoe secara utuh dan menyeluruh, tidak kemudian mengambil kesimpulan yang terkesan prematur dan berimplikasi pada tindakan mengintervensi proses hukum.

Baca juga :  PB HMI (MPO) Bikin Program 'HMI Mengaji' Selama Ramadhan

“Karena ini menyangkut marwah organisasi HMI,” ungkap Rabbi Syahrir.

Ditambahkannya, sebagai seorang anak bangsa dan warga negara yang baik sudah sepatutnya menghormati proses hukum yang telah berjalan dan percayakan pada pihak yang berwenang. Sebab dengan tunduk dan patuh pada proses hukum tersebut merupakan komitmen kebangsaan kita.

“Perlu juga saya menyampaikan, setelah menyampaikan diskusi ringan dengan beberapa ketua umum cabang dan badko HMI yang tersebar se nusantara, secara spontan meraka mengaku geram atas statement ketum PB HMI yang terkesan pasang badan membela ketum Prindo tersebut, karena hal ini sudah menciderai prinsip etis berorganisasi,” ujar Rabbi Syahrir.

Untuk itu, ia menghimbau kepada semua menghormati proses hukum yang telah berjalan dan percayakan kepada Bareskrim Polri melaksanakan tugasnya secara profesional dan berkeadilan.

Baca juga :  Berikut Nama serta Tugas Komisioner KPI Pusat 2019-2022

“Kemudian kepada pada kawan-kawan HMI untuk segera mengambil langkah strategis mengevaluasi secara total internal HMI agar tidak lagi terjadi ‘kebocoran-kebocoran’ independensi sebagaimana yang dilakukan oleh saudara Mulyadi P Tamsir tersebut,” pungkas Rabbi Syahrir.

Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir menilai Hary Tanoe tidak layak ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Jaksa Yulianto mengenai SMS yang diduga mengandung ancaman dari Hary Tanoe.

“Kalau menurut saya, konten dari isi apa yang disampaikan oleh Hary Tanoe, menurut saya itu tidak mengandung kriminalitas yang layak dijadikan tersangka atau kriminal,” katanya akhir pakan lalu.

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!