Ekonomi

Berintegritas, Dosen Al Azhar Sebut Muhammad Syarifuddin Sosok Tepat Pimpin MA

Zuhad Aji Firmantoro

JAKARTA, EDUNEWS.ID– Dosen Hukum Tata Negara Universitas Al Azhar Jakarta, Zuhad Aji Firmantoro menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Syarifuddin sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2020-2025.

Pakar Hukum Tata Negara ini menyebut, jika sosok Muhammad Syarifuddin adalah pilihan tepat untuk mengisi posisi Ketua Mahkamah Agung.

“Sosoknya profesional dan penuh dengan integritas,” kata Zuhad di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Olehnya itu, kata Zuhad, tentu publik dan masyarakat luas punya harapan yang besar kepada Syarifuddin agar membawa MA lebih baik dari periode sebelumnya.

Selain itu, Mantan Ketua Umum PB HMI (MPO) 2018-2020 ini menitipkan, MA kedepan juga bisa bersinergi dengan lembaga lain dengan tetap menjaga marwah dan independensi lembaga MA.

Baca juga :  Ketum PB HMI MPO Lantik Pengurus HMI Badko Sulselbar

“Selamat dan sukses untuk Bang Syarifuddin. Tegakan hukum profetik. Bangun sinergitas dengan semua pihak,” tambahnya.

Seperti diketahui, Muhammad Syarifuddin terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung setelah mendapat suara terbanyak dalam sidang paripurna khusus di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Dalam pemilihan pertama, Syarifuddin mendapat 22 suara disusul Andi Samsan Nganro 14 suara, Sunarto dengan lima suara, Amran Suadi satu suara, Supandi satu suara dan Suhadi satu suara. Terdapat suara tidak sah sebanyak dua suara dan abstain satu suara.

Karena tidak ada calon yang mendapat 50 persen lebih satu suara, maka pemilihan dilanjutkan ke tahap kedua dengan diikuti dua calon dengan suara terbanyak.

Baca juga :  Kemenkop UKM Berikan Layanan Publik Terintegrasi

Pada putaran kedua, Syarifuddin memperoleh 32 suara, sementara Andi Samsan Nganro memperoleh 14 suara.

“Hasil perhitungan suara ternyata Yang Mulia Muhammad Syarifuddin telah mendapat suara sejumlah 32 suara. Berdasarkan ketentuan keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 96/KMA/SK/IV/2020 tentang tata tertib pemilihan Ketua Mahkamah Agung RI berdasarkan Pasal 7 huruf 1 yang menyebutkan calon ketua Mahkamah Agung yang mendapat suara terbanyak dalam putaran kedua maka langsung ditetapkan sebagai ketua Mahkamah Agung terpilih. Maka calon ketua Mahkamah Agung tersebut ditetapkan sebagai ketua Mahkamah Agung terpilih,” tutur Ketua Mahkamah Agung Mohammad Hatta Ali.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com