News

Caleg DPR RI Gagal Ungkap Jual Beli Suara di Karawang

KARAWANG, EDUNEWS.ID – Eka Budi Santoso alias Kusnaya, caleg DPR RI Partai Perindo, buka-bukaan soal mafia suara yang beraksi di Karawang saat Pemilu 2019. Kusnaya, yang gagal lolos ke Senayan, menuturkan mafia suara itu punya struktur kuat dari tingkat KPU daerah hingga tingkat TPS.

“Saya ingin modus mereka diketahui publik. Mereka punya struktur dari tingkat komisioner KPU, PPK, sampai TPS,” kata Kusnaya saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (18/6/2019).

Kusnaya mengetahui hal itu lantaran mengaku telah terjerumus dalam bisnis politik kotor yang dirancang penyelenggara pemilu. Kusnaya tergiur oleh tawaran 12 PPK yang mengaku bisa mendongkrak perolehan suara di Karawang.

“Saya dikenalkan kepada 12 PPK oleh Asep Mukhsin, salah satu komisioner KPU Karawang. Saya sudah kasih dia uang Rp 50 juta,” imbuh Kusnaya.

Baca juga :  Moeldoko : Petani Harus Ikut Kembangkan Teknologi

Kusnaya kemudian bertemu dengan 12 PPK di suatu apartemen. Dalam pertemuan itu, kata Kusnaya, terjadi tawar-menawar harga.

“Mereka janjiin saya suara bisa begini bisa begitu, lalu saya bilang hanya sanggup bayar Rp 20 ribu per suara,” papar Kusnaya.

Namun rupanya Kusnaya gagal terpilih dan batal ke Senayan. Ia pun memilih membongkar praktik politik kotor itu meski malu karena salah.

“Saya tahu itu (beli suara) perbuatan salah. Tapi tetap dilakukan karena orang (caleg) lain begitu juga,” jelas Kusnaya.

Ia pun mengaku bakal membongkar semua praktik politik kotor yang dialaminya. Sebab, ia ingin memberi pelajaran politik kepada masyarakat.

“Supaya generasi penerus bisa ambil pelajaran dari cerita saya untuk tidak tergoda jebakan politik uang. Karena kemungkinan itu penipuan,” ucap Kusnaya.

Baca juga :  Penyerangan Polda Sumut, HMI Makassar : Polisi harus Intropeksi Diri

“Biar masyarakat tahu, suara itu gampang dikoordinir,” ia menambahkan.

Ketua KPU Karawang Miftah Farid menuturkan telah mengklarifikasi sejumlah pihak ihwal dugaan skandal jual beli suara di Karawang. Dari 12 PPK, 10 PPK mengakui telah menerima uang dari Eka. Totalnya Rp 600 juta.

Menurut Miftah, pemeriksaan juga dilakukan di tingkat provinsi. Miftah menuturkan KPU Jabar telah menanyai Asep Mukhsin.

“Sudah diperiksa kemarin. Cuma saya belum tahu hasilnya,” ujar Miftah.

detikcom mencoba mengkonfirmasi kabar itu kepada Asep Mukhsin. Namun pesan elektronik dan panggilan telepon belum direspons.

dtk

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!