Ekonomi

Cegah Pencucian Uang pada Koperasi, Kemenkop akan MoU dengan PPATK

JAKARTA, EDUNEWS.id –  Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk terus mendorong dan melahirkan koperasi-koperasi di Indonesia yang semakin sehat.

Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengungkapkan ke depan, Kemenkop dan UKM  tidak menginginkan adanya koperasi simpan pinjam yang digunakan sebagai tempat money laundering atau kegiatan pembiayaan lain yang bertentangan dengan hukum, seperti kegiatan terorisme.

“Kita tidak menginginkan adanya aksi semacam itu. Karena itu kita sejak awal berusaha mencegahnya,” kata Agus Muharam kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/10/2016)

Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya melalui Deputi Kelembagaan akan melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Kita ingin secepatnya kerjasama itu diwujudkan. Kalau bisa bulan depan harus sudah selesai,” kata Agus.

Baca juga :  Strait Times; Jokowi Tokoh Paling Berpengaruh di Asia
Advertisement

Dengan kerjasama ini, tambah Agus, koperasi simpan pinjam yang selama ini masih melakukan praktek yang diduga menyimpang dari aturan kelembagaan, harus segera menghentikan kegiatannya.

“Kalau ada koperasi simpan pinjam yang melakukan praktek tak baik, segera hentikan,” katanya.

Alasan kerjasama dengan PPATK ini, karena koperasi simpan pinjam tidak diawasi Otoritas Jasa Keuangam (OJK).

“Karena koperasi tidak diawasi OJK, makanya kita meminta PPATK yang mengawasinya. Ini demi kebaikan koperasi itu sendiri,” pungkas Agus. ‎

[RLS]

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com