Nasional

Dedi Mulyadi Sebut Jokowi Kalah di Jawa Barat Gegara Hoaks

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menunjukkan calon presiden Joko Widodo atau Jokowi kalah di Jawa Barat. Menurut Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi – Ma’ruf Dedi Mulyadi hasil ini sama dengan Pemilu 2014 saat Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Menurut Dedi hal ini menunjukkan bahwa persepsi warga Jawa Barat atas Jokowi tak berubah.

“Nyaris tidak mengalami perubahan antara persepsi 2014 dengan persepsi hari ini. Sebelumnya Pak Jokowi sering menyampaikan bahwa rakyat Jawa Barat, hampir 7 juta orang termakan isu hoaks yang menimpa dirinya. Ya, hari ini memang sangat terbukti. Dan itu relatif cukup kuat dalam benak masyarakat Jawa Barat,” kata Dedi Mulyadi di Bandung, Kamis, 18 April 2019.

Baca juga :  CPNS 2018, Peluang Jadi Pegawai Negeri Terbuka

Dedi mengatakan, upaya memenangkan pasangan calon presiden 01 diklaimnya sudah maksimal.

“Ikhtiar politik sudah sangat maksimal, bukan hanya pembentukan opini yang sudah dilakukan dengan kampanye terbuka, bahwa gerakan door to door saya lakukan sendiri, tapi rupanya tidak cukup bisa mengubah pikiran dan pilihan masyarakat Jawa Barat secara umum,” kata dia.

Menurut Dedi, faktor kekalahan di Jawa Barat lebih karena persepsi pada Jokowi (Joko Widodo). “Lebih banyak pada persepsi,” kata dia.

Dia beralasan, program Jokowi sebagai presiden, misalnya dengan PKH (Program Keluarga Harapan) dengan jumlah sasaran 1,7 juta keluarga tidak berbanding lurus dengan hasil perolehan suaranya saat mengikuti pemilu, melihat data hasil hitung cepat.

Baca juga :  PAN Sebut Belum Ada Kesepakatan Bulat ke Prabowo

“Artinya orang-orang ini menerima manfaat dari kebijakan Pak Presiden Jokowi, tapi rupanya tidak memberikan efek politik yang cukup tinggi bagi Pak Jokowi kalau melihat statistik perolehan ini,” papar Dedi.

Dedi menuding, gosip yang menyebar di media sosial justru memegang peran dalam persepsi warga secara umum.

“Penggunaan media sosial di Jawa Barat relatif paling tinggi di Indonesia. Trafik pembicaraan negatif yang sering berkembang, lebih banyak dikonsumsi masyarakat Jabar. Memang ini sudah sampai ke ujung-ujung kampung. Politik media sosial sudah memiliki efek cukup besar bagi perjalanan politik pemilihan 2019 ini,” tutur dia.

Faktor lainnya, yaitu politik identitas dengan isu agama.

“Politik identitas ini cukup memberikan efek luar biasa bagi Pak Jokowi di Jawa Barat dan itu tidak berubah antara 2014 dan 2019. Dan itu juga memberikan efek juga bagi partai koalisi pendukungnya,” ucap Dedi.

Baca juga :  Prabowo Lawan Lawan Serius Jokowi di Pilpres 2019

Dedi mengaku belum tahu hasil perolehan suara real count Jokowi di Jawa Barat karena seluruh formulir C1, dokumen hasil pencatatan perolehan suara di TPS, belum semuanya masuk. Namun, dia meyakini hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei tidak akan berbeda banyak dengan hasil perhitungan final KPU.

“Saya tiga kali mengikuti pilkada langsung, menggunakan metode yang sama, ketika hari ini quick count seperti itu, saya memahami bahwa kebenaran akademis yang menurut saya 90 persen layak diterima,” ujar dia.

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!