News

Didemo, DPR Janji Perjuangan Nasib Tenaga Perawat

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Dua anggota Komisi II DPR menemui Persatuan Perawat Nasional Indonesia yang sejak tadi pagi melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR. Haerudin Amin (Fraksi PAN) dan Arteria Dahlan (Fraksi PDIP) yang menemui ratusan pendemo untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Haerudin mengatakan, Komisi II DPR akan memperjuangkan nasib para perawat honorer dalam kesempatan rapat kerja dengan Menpan (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat kami (Komisi II) akan melakukan rapat kerja dengan Menpan (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara). Kami akan berjuang,” ungkapnya kepada pengunjuk rasa.

Selain itu, Haerudin juga meminta pengunjuk rasa untuk mengawal proses itu. Ia juga mengatakan bahwa Komisi II tidak akan mengkhianati apa yang telah dikatakan.

Baca juga :  Mantan Menparekraf Wishnutama Ditunjuk jadi Komut Telkomsel

“Silakan kawal. Kami tidak akan bohong atau khianat dengan apa yang kami sampaikan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Anggota komisi II yang lain, Arteria Dahlan juga mengatakan bahwa komisi sudah membulatkan keputusan untuk memperjuangkan nasib para perawat honorer.

“Komisi sudah dalam kesepakatan bulat untuk memperjuangkan nasib saudara-saudara,” ujar Arteria, yang menyapa para pengunjuk rasa dengan sebutan ‘Patriot Kesehatan’.

Menurutnya, berbicara tentang kesehatan bukan hanya berbicara soal kompetensi, tapi berbicara juga tentang investasi.

“Bicara tentang kesehatan bukan hanya bicara tentang kompetensi, bukan hanya soal apakah pintar atau tidak. Bicara kesehatan berarti bicara investasi. Sama dengan bicara tentang pembangunan jalan tol,” ungkap Arteria.

Baca juga :  Pelaku Pedofil Harus Dijerat Pasal Berlapis

Dia juga menambahkan, Komisi II DPR telah menurunkan tim ke daerah-daerah untuk menilai proses tes PNS. Komisi II juga telah minta juga kepada Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) agar juga mengawal proses tes.

“Kami sudah turunkan tim. Kita minta juga pada Kemendagri supaya bupati dan gubernur jangan main-main,” tegasnya.

Dengan demikian, kata Arteria, tidak ada lagi perawat Yamaha (Yang Masih Harian) dan perawat HONDA (Honorer Daerah).

Untuk diketahui, PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)dan Forkot PHI (Forum Komunikasi Perawat Honorer Indonesia) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, untuk menuntut agar mereka segera diangkat menjadi PNS dan meminta Revisi Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara).

Baca juga :  Pemerintah juga harus Perhatikan Honorer K2

MERDEKA | EDUNEWS.ID

To Top
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com