Nasional

Dinkes DKI Akan Tanggung Pengobatan Korban Aksi 22 Mei

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan menanggung biaya pengobatan masyarakat yang menjadi korban dalam Aksi 22 Mei 2019. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan biaya pengobatan akan ditanggung oleh BPJS atau Dinas Kesehatan.

Menurut dia, hal itu sesuai dengan UU Kesehatan nomor 35 dan Permenkes 64 tentang penanggulangan kesehatan.

“Artinya itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat,” ujar Widyastuti di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019.

Namun biaya pengobatan yang akan ditanggung hanya untuk korban terdampak langsung saja. Jadi misalnya ada masyarakat yang datang ke lokasi aksi sudah memiliki penyakit bawaan, maka pengobatannya tak akan ditanggung Dinkes.

Baca juga :  Wapres JK harap Dana Haji Jangan di Deposito

“Misal ada yang punya penyakit kencing manis atau kanker, itu tak akan ditanggung,” papar Widyastuti.

Dukungan kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban Aksi 22 Mei itu merupakan permintaan KPU. Dukungan kesehatan seperti ini juga diberikan untuk perhelatan besar di Jakarta, seperti Asian Games hingga Aksi Damai 212.

“Jadi dukungan kesehatan ini bukan karena semata-mata Aksi 22. Bukan,” tutur Widyastuti.

Sebelumnya, Persatuan Alumni 212 mengatakan pihaknya akan mengadakan Aksi 22 Mei atau Ifthor Akbar 212 pada 21 dan 22 Mei 2019 di KPU, Jakarta Pusat. Aksi itu akan dihadiri oleh sejumlah tokoh pendukung Prabowo – Sandiaga Uno.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan Aksi 22 Mei akan menuntut KPU menghentikan pengumuman hasil pemungutan suara. Alasannya, sudah bisa dipastikan KPU bakal mengumumkan Jokowi – Ma’ruf Amin sebagai pemenang.

Baca juga :  Jelang Hari Lahir Pancasila, Aliansi Mahasiswa Deklarasi Lawan Terorisme

“Padahal diduga kuat telah melakukan kecurangan yang tersistem,” ujar Novel, 16 Mei 2019. Novel mengatakan mereka juga akan menuntut KPU mendiskualifikasi Jokowi – Mar’uf.

Sebanyak 34 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diturunkan untuk mengamankan objek-objek vital nasional di DKI Jakarta untuk pengamanan Aksi 22 Mei. Gedung KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi fokus utama sistem pengamanan.

Polri menetapkan pengamanan Aksi 22 Mei yang akan diterapkan di KPU dengan sistem empat ring. Ring satu di dalam Gedung KPU, ring dua di sekitar Gedung KPU, ring tiga area parkir kendaraan, dan ring empat di jalan depan Gedung KPU.

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!