News

DPR Sesalkan Pernyataan Menkes soal Cacing

MENTERI KESEHATAN, NILA F MOELOEK

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengatakan cacing yang layak dimakan adalah yang tidak memiliki efek samping ketika dikonsumsi seperti cacing tanah untuk obat maupun cacing sagu. “Bukan cacing yang ada di makanan kaleng,” kata Irma, Ahad (1/4/2018).

Seperti diketahui, BPOM menarik 27 merek produk ikan makarel kalengan dari pasaran. Hal itu setelah hasil pengujian positif menunjukkan produk tersebut mengandung parasit cacing.

Hingga 28 Maret 2018 BPOM melakukan pengujian terhadap 541 sampel ikan dalam kemasan yang terdiri dari 66 merek. Hasil pengujian menunjukan 27 merek yang terdiri dari 16 produk impor dan 11 merek produk dalam negeri, positif mengandung parasit cacing.

Baca juga :  KPI Dorong DPR Segera Sahkan RUU Penyiaran

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek lantas mengatakan bahwa cacing itu sebenarnya isinya protein dan layak dikonsumsi. “Saya kira kalau sudah dimasak kan saya kira juga steril. Insyaallah tidak jadi ini (penyakit),” kata Nila usai rapat dengan anggota Komisi IX DPR Kamis (29/3/2018) lalu.

Irma menyesalkan statemen Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang terlalu terburu-buru. Menurut Irma, makanan kaleng yang mengandung cacing selain menjijikkan dan bisa bikin alergi, serta sakit perut tentu tidak layak konsumsi.

“Masih banyak, bu, makanan lain yang sehat dan layak konsumsi. Jangan paksakan, apalagi 16 produk tersebut impor,” katanya.

Irma juga menekankan kepada pihak terkait agar impor ikan makarel tidak penting untuk diteruskan dan bukan badang bermanfaat. “Justru lebih banyak membawa mudarat. Setop saja impornya. Cari jenis ikan lain yg ada diperairan Indonesia, tidak perlu ikan impor untuk makanan kaleng kita,” ujarnya.

Baca juga :  Ketua DPR Nilai Kebijakan Pemerintah Soal THR dan Gaji 13 Sudah Tepat

Irma mengatakan memang berdasar berbagai penelitian cacing tidak berbahaya. Tapi, tetap memiliki efek samping jika memasaknya tidak benar sehingga cacing tersebut tidak benar-benar mati.

“Selain itu tentu menjijikkan untuk dikonsumsi. Efek sampingnya, menurut BPOM bisa alergi dan sakit perut,” ungkap Irma. Karena itu, Irma menegaskan lebih baik makanan seperti itu tidak dikonsumsi. “Impornya harus dihentikan,” tegasnya.

Sedangkan produk dalam negerinya yang menggunakan bahan baku ikan tersebut juga harus dicabut izinnya. “Keberadaan cacing tersebut bukan dibumbu tetapi berada di dalam ikan itu sendiri,” katanya.

Menurut Irma, untuk tidak membuat kegaduhan karena lebih besar mudaratnya daripada manfaatnya sebaiknya Indonesia tidak membiarkan impor ikan makarel.
“Cabut izin impornya,” tegasnya.

Baca juga :  Indonesia Darurat PNS

Dia mengingatkan kenapa harus ragu-ragu mencabut izin impor ikan tersebut. “Wong selain tidak menguntungkan Indonesia, produk turunannya justru berbahaya jika dikonsumsi,” katanya. Menurutnya, memang tidak bikin mati bagi yang mengonsumsi. Tetapi, membuat sakit perut atau alergi sehingga artinya itu memang tidak layak konsumsi.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!