Ekonomi

Ekonom UI : Pertumbuhan 5 Persen, Prestasi atau Jebakan?

Ekonomi UI Rizal E Halim

JAKARTA, EDUNEWS.ID- Ekonom Universitas Indonesia (UI), Rizal E Halim mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun dikisaran 5% tidak cukup kuat mendorong akselerasi ekonomi nasional. Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh di 2014 : 5,02% , 2015 : 4,88%, 2016 : 5,02% : 2017 : 5,07% dan 2018: 5,17%.

“Selain jauh dari target, potret pertumbuhan ini sama sekali tidak mencerminkan kinerja perekonomian terbaik buat Indonesia mengingat periode sebelumnya di kisara 6%. ,” kata Rizal di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ia menuturkan, jebakan pertumbuhan 5% ini pula menahan sebagian besar kesempatan Indonesia untuk mempercepat berbagai program program pembangunan daya saing.

“Jebakan pertumbuhan 5% hanya baik jika Indonesia dibandingkan negara-negara yang bermasalah dengan perekonomiannya (suffering) seperti argentina, venesuela, amerika serikat atau uni eropa,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Rizal,  pertumbuhan 5% ini buruk bagi Indonesia jika dibandingkan dengan negara negara berkembang yang sedang berusaha bangkit seperti vietnam, filipina, bangladesh, rwanda dan lain lain. Kesemua negara ini tumbuh di atas 6%.

“Hilangnya kesempatan 4 tahun terakhir (jebakan pertumbuhan 5%) menjadi tantangan bagi masing masing pasangan capres-cawapres untuk melakukan sejumlah akselerasi akselerasi guna percepatan pertumbuhan di tengah periode bonus demografi,” tambah Rizal.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi akan mendorong transmisi pembangunan berjalan lebih cepat. Setidaknya Indonesia membutuhkan pertumbuhan di atas 6%.

“Salah satu yang perlu menjadi catatan serius bagi Indonesia yakni bagaimana menstimuli pasar domestik sehingga konsumsi domestik dapat ditingkatkan mengingat sebagian besar pertumbuhan Indonesia disumbangkan oleh sektor ini,” pungkas Rizal.

Facebook Comments
Baca,   Soal Data Beras, BPS Mengaku Salah

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!