Ekonomi

Ekonomi Global Melambat, Sri Mulyani: Risiko Makin Besar

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia perlu mewaspadai terhadap kondisi volume perdagangan dunia yang diprediksi melemah hingga akhir tahun. Pelemahan terjadi seiring dengan menguatnya sentimen perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

Sri Mulyani menyebutkan, dalam pertemuan bersama menteri keuangan, gubernur bank sentral, serta deputi keuangan dan bank sentral negara-negara yang tergabung dalam G20 di Jepang sebelumnya, volume perdagangan tahun ini diprediksi menjadi yang terlemah sejak krisis ekonomi 2008.

“Karena dulu ekonomi dunia tumbuh sehat, bisa mencapai 5 atau 6 persen. Kalau sekarang hanya tumbuh 2,6 persen,” tuturnya saat ditemui seusai halalbihalal di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019.

Baca juga :  Hendardi : Penyebaran Hoaks juga Melalui Mimbar Keagamaan

Sri Mulyani mengatakan, pertemuan G20 menyatakan intensitas dari eskalasi global sudah mulai terjadi pada Mei ini. Maka itu, pada semester kedua, dunia akan dihadapkan pada risiko ekonomi yang lebih besar. Tak pelak, kata dia, hal itu juga akan dirasakan Indonesia.

Akibat adanya iklim ekonomi global yang berubah pasca-perang dagang, Sri Mulyani mengatakan beberapa ekonomis telah membuat prediksi tentang penurunan suku bunga. Menurut perkiraan para ekonomis dunia, ujar Sri Mulyani, penurunan suku bunga diramalkan terjadi dua kali hingga akhir tahun.

“Sinyalnya sih tidak mengatakan risiko makin turun, tapi risiko makin besar,” ucapnya.

Untuk mendorong laju ekonomi, Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan mendorong laju investasi.

Baca juga :  Puspayoga Tekankan Tiga Syarat Jadi Wirausaha Pemula

“Kita mungkin akan boost investasi,” ujarnya.

Hubungan Amerika Serikat dan Cina kembali memanas setelah Negara Abang Sam menetapkan aturan baru terkait bea masuk produk impor. Belakangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif bea masuk impor sebesar 25 persen untuk produk-produk asal Cina. Angka itu setara dengan senilai US$ 200 miliar.

tmp

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!