Ekonomi

AS Diingatkan Tak Terapkan Tarif Impor

 

 

BEIJING, EDUNEWS.ID – Tiongkok mengingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menerapkan tarif impor selama masa perundingan dagang masih berjalan. Pengenaan tarif akan membatalkan setiap kesepakatan terbaru yang berakhir pada Ahad (3/6/2018) di Beijing.

Peringatan Tiongkok tersebut memperlihatkan negosiasi perdagangan kedua negara tampaknya gagal menjembatani perselisihan antara Beijing dan Washington. “Jika AS mengenakan sanksi perdagangan termasuk kenaikan tarif, semua pencapaian ekonomi dan perdagangan yang dinegosiasikan oleh kedua pihak sejauh ini akan batal,” kata pernyataan pemerintah Tiongkok melalui kantor berita resmi Xinhua.

Pembicaraan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He, di Beijing, dilakukan untuk meredam ketegangan setelah Washington menyatakan akan memberlakukan tarif impor pada produk-produk Tiongkok, meskipun perundingan yang dimulai sejak bulan lalu masih berjalan.

Dalam konsensus yang dicapai di Washington, Tiongkok diminta untuk meningkatkan impor produk pertanian dan energi dari AS. Beijing menyebut capaian itu sebagai kemajuan positif dan konkret, dengan catatan masih ada hal-hal yang harus diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Delegasi AS datang ke Beijing dalam jumlah besar, dengan anggota dari beberapa lembaga eksekutif, menyusul kekhawatiran perang dagang yang meningkat setelah Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko menyusun langkah balasan terhadap tarif baja dan aluminium Washington yang diumumkan Jumat pekan lalu.

Sanksi perdagangan AS yang dibahas di Beijing termasuk soal pembatasan investasi Tiongkok, kontrol ekspor, dan tarif 25 persen senilai 50 miliar dollar AS pada produk berteknologi tinggi.

Gedung Putih mengatakan akan mengumumkan daftar produk Tiongkok yang dikenakan tarif impor pada 15 Juni, diikuti dengan sejumlah kebijakan lain akhir pada bulan ini.

Beijing mengingatkan semua komitmen yang tercapai sejauh ini dibuat dalam kondisi gencatan senjata. Tiongkok juga mengancam akan membalas dengan tarif tit-to-tat senilai puluhan miliar dollar AS pada produk-produk AS.

Meskipun telah menyatakan tidak akan berdiam diri, Beijing mengumumkan langkah- langkah damai seperti menurunkan tarif impor mobil dan barang konsumsi untuk mengatasi sejumlah keberatan pemerintahan Trump.

“Pembicaraan kami sejauh ini berjalan penuh persahabatan dan kejujuran, menyangkut beberapa topik jenis-jenis barang ekspor tertentu,” kata Ross kepada tim perdagangan Tiongkok yang dipimpin Liu, Ahad (3/6/2018).

Ross dan delegasi AS hadir dalam jamuan makan malam besar yang digelar pihak tuan rumah, Sabtu (2/6/2018). “Kami sangat senang menghabiskan waktu bersama Anda, dan sangat berterima kasih atas makan malam semalam,” kata Ross saat dijamu Liu di Wisma Negara Diaoyutai.

Sikap Washington dalam pembicaraan perdagangan dengan Beijing telah berubah karena tim garis keras Trump dan penasihat utama saling bersaing untuk menggunakan pandangan masing-masing.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!