Ekonomi

BPS Imbau Pemerintah Waspadai Potensi Inflasi Pangan

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini lebih terkendali dibandingkan periode sebelumnya.

Pasalnya, tahun ini puasa dan Lebaran terjadi pada pertengahan bulan yakni pada pertengahan Mei dan Juni sehingga mendorong lonjakan harga tidak terjadi pada satu bulan saja, melainkan terbagi ke dua bulan.

Meski demikian, BPS tetap meminta agar pemerintah mewaspadai gejolak harga menjelang puasa dan Lebaran. Perkiraan BPS tersebut bukan bermaksud untuk membuat pemerintah lengah.

Pemerintah tetap perlu mengendalikan harga kelompok-kelompok harga yang konsumsinya paling banyak saat puasa dan Lebaran. Hal itu seperti daging ayam dan sapi serta telur ayam.

Baca juga :  Jokowi Keluhkan Inefisiensi Pengelolaan Anggaran

“Pemerintah harus tetap waspada, karena lonjakan harga tetap akan berpengaruh ke besaran inflasi,” ungkap Deputi Bidang Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti, di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

“Kami berharap potensi inflasi pada puasa dan Lebaran tidak berkontribusi besar bagi inflasi tahunan,” imbuhnya.

Advertisement

Seperti diketahui, inflasi pada April 2018 sebesar 0,10 persen, lebih rendah dibandikan capaian bulan sebelumnya sebesar 0,2 persen. Kelompok sandang mencatatkan inflasi sebesar 0,29 persen dengan andil 0,02 persen.

Inflasi tahun kelender 1,09 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,41 persen. Inflasi ini masih terkendali mengingat target inflasi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar 3,5 persen.

Senada dengan BPS, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, optimistis inflasi puasa dan Lebaran tahun ini bisa terkendali. Pemerintah terangnya akan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghindari gejolak harga dengan cara terus menekan harga komoditas yang kerap menyumbang inflasi termasuk cabai dan juga beras dan daging.

Darmin memperkirakan kendatipun bulan Ramadan dimulai tetapi inflasi Mei tetap saja terjaga, seperti halnya pada April. Hal itu bakal terjadi kendatipun kurs dollar AS terhadap rupiah menguat.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com