Ekonomi

Investor Bersiap Pasar Saham ‘Goyang Dombret’ Jelang Pemilu AS

ilustrasi

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Para investor bersiap untuk risiko dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang akan dilaksanakan pada musim gugur mendatang, sebab ada kekhawatiran situasi politik yang buruk berdampak pada volatilitas pasar.

Mengutip Reuters, Jumat (31/7/2020) risiko utama adalah bahwa Presiden dari kubu Republik, Donald Trump sudah mempertanyakan legitimasi pemilihan, kata para analis. Penantangnya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, saat ini memiliki suara 9 persen di antara para pemilih menurut jajak pendapat Reuters.

“Ini akan menjadi lebih buruk, Saya memperkirakan akan banyak volatilitas … tapi itu terjadi sebentar, rentangnya sekitar dua minggu,” ujar kepala obligasi global di Janus Henderson Investors, Nick Maroutsos.

Baca juga :  Tiongkok Tertarik Investasi Proyek Pengembangan PT Inalum

Trump menebar ketakutan dalam kicauannya yang diunggah pada hari Kamis pagi, dia mengusulkan untuk menunda pemilu sampai orang-orang semua merasa aman. Trump juga mengatakan dia tidak percaya hasil pemilihan yang dilakukan melalui pengiriman pos. Dia menuduh akan banyak orang yang abstain alias golput, jika dilakukan melalui surat.

Advertisement

Sebagaimana diketahui, Satu dari lima pemilih saat ini memberikan suara melalui surat dalam pemilihan presiden, dan jumlah itu diprediksi akan naik setidaknya dua kali lipat pada bulan November.

Kicauannya tersebut menyebabkan turunnya pasar saham Amerika. Pasar derivatif menilai risiko volatilitas akan meningkat setelah pemilihan.

Trump tidak memiliki wewenang langsung untuk mengubah tanggal pemilihan. Padahal, fokus investor adalah terkait pemilihan, bukan bagaimana jika pemilihan ditunda.

Jika pemilihan tersebut hasilnya tanpa pemenang, maka akan membenahi indeks S&P 500, yang kembali naik hampir 45% sejak posisi terendahnya pada Maret. S&P turun 1,8% pada pembukaan perdagangan, satu hari setelah pemilu 7 November 2000.

Pemilu kala itu adalah perebutan suara antara partai Demokrat yaitu Al Gore dan Partai Republik George W Bush.

 

 

cnn

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com