Ekonomi

Jangan Jadikan Petani sebagai ‘Bumper’ Inflasi

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Pemerintah diminta tidak mengorbankan kesejahteraan petani untuk menjaga laju inflasi tetap rendah seperti dengan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sejumlah komoditas pangan.

Sebab, HET menyebabkan banyak petani merugi karena pendapatan menyusut akibat harga beli di tingkat petani tertekan hingga di bawah biaya produksi. Ketua Umum Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Said Didu, mengungkapkan kebijakan HET bertujuan untuk menjaga tingkat inflasi tidak bergejolak, tapi mengorbankan petani.

“Petani ini janganlah selalu dijadikan bumper untuk inflasi. Kalau mau inflasi rendah, tekanlah harga motor, harga mobil, harga handphone, jangan petani terus yang ditekan,” katanya dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di salah satu televisi swasta, Selasa (8/8/2017) malam.

Baca juga :  Impor Garam Ancaman Bagi Petani
Advertisement

Said menuturkan, HET dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) hanyalah referensi. “Ada apa ini semua dipaksakan? HET harus berhenti karena berbahaya. Jadi, kalau ada perusahaan membeli produk pertanian di atas HPP, kenapa disalahkan? Itu kan menguntungkan petani. Seharusnya, kalau mau fair, pemerintah juga menindak perusahaan mi instan yang mendominasi pasar nasional,” ujarnya.

Menurut Said, pemerintah harus segera membentuk Badan Pangan seperti amanat Undang-Undang Pangan.

Edunews.

Kirim Berita via: [email protected]/[email protected]
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com