Ekonomi

Jokowi Diingatkan Soal Divestasi Saham Freeport

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengingatkan calon petahana Presiden Joko Widodo tidak lupa dengan tugasnya sebagai kepala negara. Menurut dia, ketimbang mengurus pencalonan, tugas yang mesti dibereskan Jokowi yakni divestasi saham PT Freeport Indonesia (PT FI) sebanyak 51 persen.

“Hiruk-pikuk politik pencapresan tolong Kang Mas Joko Widodo, saya mau tanya jadi engga Freeport di beli balik? Terus sudah bayar belum?,” katanya, Kamis (9/8/2018).

Arief menilai, hingga saat ini, saham perusahaan tambang emas itu belum menjadi milik Indonesia. Pada kenyataannya, setelah satu bulan gembar-gembor divestasi saham PTFI, hingga saat ini 40 persen Freeport masih milik Rio Tinto.

Perlu diketahui, pada Kamis 12 Juli 2018 lalu, pemerintah yang diwakili oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menandatangani pokok-pokok perjanjian atau head of agreement penjualan saham Freeport McMoran Inc (FCX) dan hak partisipasi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia (PT FI) ke INALUM.

Arief mengingatkan manajemen PT FI untuk tidak menjadikan akuisisi saham Freeport oleh INALUM untuk melegalkan PHK sesepihak kepada para karyawan. “Nah Kang Mas Joko Widodo tahu engga kalau Freeport itu melakukan PHK sepihak terhadap karyawannya,” ujarnya.

Peringatan itu dibarikannya karena menurut dia, PHK buruh massal terjadi pada era pemerintahan Jokowi. PHK tersebut tak hanya dilakukan PT FI, tapi juga perusahaan lainnya.

“Kawan-kawan pekerja Freeport terus berjuang untuk merebut hak-hak kalian. Kami Gerindra akan memperjuangkan di parlemen man memanggil manajemen Freeport,” tutup Waketum Gerindra bidang Tenaga Kerja ini.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!