Ekonomi

Ketua Umum HKTI Moeldoko Akan Perjuangkan HPP Jagung Ke Kemendag

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal (Purn. TNI) Dr. Moeldoko menyatakan akan memperjuangkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas Jagung ke Menteri Perdagangan. Hal tersebut diungkapkan Moeldoko menanggapi usulan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pemuda Tani HKTI Sulsel dalam diskusi online yang digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tani HKTI, sabtu (18/04/2020) malam.

“Kami berharap agar pemerintah bisa menetapkan HPP untuk Jagung sebagaimana Beras. Di Sulsel sudah masuk musim panen jagung yang akan mencapai puncak di akhir April, tapi harga jagung jeblok.” Terang Ketua DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, Rachmat Sasmito.

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Azhim Ahdar (Waketum Pemberdayaan DPN Pemuda Tani HKTI), Rachmat menjelaskan bahwa saat ini harga jagung terendah di petani di kisaran 1.600 rupiah per kilo sementara harga terendah tahun lalu saja masih di kisaran 2.900 rupiah.

Baca juga :  Kecurigaan Kapolri dan Komentar Din Syamsuddin Soal Reuni 212

Mendengar hal tersebut, Moeldoko yang ikut menyimak paparan Ketua DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, langsung bertanya dengan muka serius, “Di daerah mana itu yang harga jagung cuma seribu enam ratus?”

“Di Kabupaten Bone di kisaran 1.600 rupiah per kilo, di Kabupaten Jeneponto dan Barru di kisaran 1.800 hingga 1.850 rupiah, kalau di Kabupaten Bantaeng sudah membaik di kisaran 1.900 hingga 2.000 rupiah per kilo.” Ungkap Rachmat.

Advertisement

Komitmen Moeldoko tersebut sejalan dengan seruan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah. Di awal diskusi Rina menyerukan agar pemerintah dapat membeli hasil panen petani secara nasional.

“Kami meminta agar pemerintah bisa mendorong gerakan membeli hasil panen petani secara nasional dan memberikannya kepada seluruh rakyat Indonesia agar dapat memberikan rasa aman akibat dampak dari pembatasan sosial yang berskala besar.” Seru Rina.

Rina juga meminta Pemerintah dan rakyat harus bahu-membahu dalam mengatasi wabah Covid19 ini sehingga Krisis Corona segera berlalu, ekonomi segera pulih kembali seperti sedia kala, dan bangsa Indonesia dapat bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

Untuk itu, Rina berharap agara masyarakat bisa memanfaatkan setiap jengkal tanah/lahan yang ada untuk ditanami tanaman pangan dan tanaman obat-obatan (empon-empon) agar dalam jangka pendek mampu mencukupi kebutuhan pangan dan obat-obatan.

“Kami juga berharap agar pemerintah Indonesia mempercepat pelaksanaan Program Perhutanan Sosial sehingga tanah-tanah yang dikuasai negara segera dapat dimanfaatkan untuk mempercepat ketercukupan dan ketahanan pangan nasional dalam waktu dekat maupun dalam jangka panjang. Dus, lanjutkan Program Reforma Agraria!” Pungkas Rina.

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com