Ekonomi

Kurs Rupiah Diukur Yuan, Ketum PIM Apresiasi Jokowi

KETUA UMUM PENGUSAHAN INDOENSIA MUDA (PIM) SAM ALIANO BERSAMA PRESIDEN JOKO WIDODO

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Presiden Joko Widodo mengutarakan pemikirannya tentang persepsi nilai tukar rupiah yang selama ini masih mengacu kepada dolar Amerika Serikat (AS). Jokowi menilai, dengan adanya dinamika politik pascaterpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, berimbas pada melemahnya seluruh mata uang dunia, tak terkecuali rupiah.

Presiden menjelaskan, kurs dolar AS sudah tidak lagi mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Artinya, nilai tukar dolar AS mengarah pada pencerminan kebijakan situasi pasar di dalam negeri AS. Kondisi ini akan menuntun kepada menguatnya dolar AS dibanding nyaris seluruh mata uang utama dunia.

Menurut Jokowi, fenomena ekonomi dunia ini tidak menguntungkan Indonesia. Ia meminta, persepsi nilai tukar rupiah tak lagi mengacu kepada dolar AS, tetapi kepada mata uang negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Cina, Jepang, atau Eropa.

Ketua Umum Pengusaha Indonesia Muda (PIM) Sam Aliano mengapresiasi pemikiran Presiden Jokowi. Sam menuturkan dolar bukanlah penentu nasib ekonomi bangsa Indonesia.

“Saat ini nasib ekonomi kita selalu bergantung pada dolar AS. Dan negara kita masih tetap sebagai negara miskin karena ekonomi kita diatur oleh dolar AS,” ujar Sam kepada edunews.id Selasa (6/12/2016) saat ditemui dikantornya.

Sam menilai menjadi wajar jika Presiden mempunyai persepsi terhadap Yuan. Ia menyebutkan hal itu menjadi alternatif terhadap perekonomian Indonesia. Selama ini Rupiah melemah dikarenakan politik dalam negeri yang tak karuan, khususnya kasus Ahok.

“Amerika selalu menentang perekonomian Indonesia jika terjadi kekacauan politik dalam negeri, jadi seolah-olah kita diatur oleh Amerika. Karena selama ini Amerika menjadi biang kerok kehancuran ekonomi global,” pungkasnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!