Ekonomi

Lalai Tangani Bumiputera, Serikat Pekerja Gugat OJK

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Serikat Pekerja (SP) Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi (NIBA) AJB Bumiputera 1912 menggugat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka menilai OJK lalai karena telah melakukan pembiaran terhadap kondisi Bumiputera yang terlunta-lunta memenuhi kewajibannya terhadap pemegang polis.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat SP AJB Bumiputera 1912 Rizky Yudha mengatakan kelalaian OJK dikategorikan sebagai tindakan maladministrasi.

“OJK kami anggap telah lalai serta melakukan pembiaran terhadap kondisi AJB Bumiputera 1912 yang sedang mengalami permasalahan dan berdampak kerugian pada konsumen dan masyarakat Indonesia, termasuk kategori maladministrasi,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (2/9/2020).

Ia menjelaskan bentuk maladministrasi OJK terhadap AJB Bumiputera, yakni penundaan berlarut, penyalahgunaan wewenang, penyimpangan prosedur, dan pengabaian kewajiban hukum.

Baca juga :  Dolar Bertahan, Harga Emas Berjangka Turun lagi

Selain itu, OJK diduga tidak transparan, melakukan kelalaian, melakukan diskriminasi, tidak profesional, tidak memberikan ketidakjelasan informasi, melakukan tindakan sewenang-wenang, ketidakpastian hukum, dan salah pengelolaan.

Tindakan itu, lanjutnya, mengakibatkan kerugian materiil dan immaterial selama hampir kurang lebih 3 tahun sejak 2017.

“Hal tersebut tidak dilakukan langkah-langkah yang tepat sehingga berlarut-larut hingga saat ini, 2020. Kerugian nyata diderita oleh konsumen pemegang polis, pekerja, dan bahkan AJB Bumiputera 1912 sebagai entitas yang sudah turun kepercayaan di masyarakat, bahkan di industri,” jelasnya.

Ia melanjutkan Bank Dunia dalam paparannya bertajuk Global Economic Risk and Implications for Indonesia menganjurkan OJK melakukan pengawasan terhadap konglomerasi keuangan.

Advertisement

Riset yang rilis pada 2019 lalu ini, menyoroti juga industri keuangan nonbank, yakni asuransi AJB Bumiputera dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang tidak mampu memenuhi kewajibannya.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) juga menyatakan kekhawatiran terkait persoalan Bumiputera dan Jiwasraya. AAJI khawatir kondisi kedua perusahaan bisa mempengaruhi kepercayaan nasabah terhadap industri asuransi jiwa secara umum.

Atas kelalaian itu, SP AJB Bumiputera memandang perlu mencari keadilan bagi pekerja maupun nasabah melalui jalur konstitusional. Bahkan, mereka akan menggelar persidangan pertama pada hari ini, Rabu (2/1/) pukul 09.00 WIB, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

“Memperhatikan kondisi serta situasi sebagaimana kami uraikan di atas, serta dengan didukung indikator-indikator yang ada, maka kami telah memohon kepada OJK, agar bisa mendorong seluruh stakeholder Bumiputera untuk mengedepankan pentahelix, yakni mencari solusi bersama demi menyelamatkan seluruh kepentingan, yaitu pemegang polis, karyawan, dan AJB Bumiputera 1912,” ujarnya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo dan Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot guna meminta tanggapan atas gugatan tersebut. Namun, keduanya belum memberikan jawaban.

cnn

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com