Ekonomi

Lunasi Utang Negara, Warga Malaysia Sudah Kumpulkan Dana Rp64,9 miliar

 

 

KUALA LUMPUR, EDUNEWS.ID – Warga Malaysia memilih cara yang tidak biasa untuk membantu pemerintah mereka dalam menangani utang negara, Mereka bergotong royong menggalang dana dari orang per orang atau crowdfunding.

Sejak program ini diambil alih dan diluncurkan oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (30/5/2018), dana yang terkumpul sudah mencapai 18,6 juta ringgit atau 64,9 miliar rupiah. Saat ini, utang negara tersebut diperkirakan sekitar satu triliun ringgit Malaysia atau setara 3.482 triliun rupiah atau sekitar sekitar 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Langkah pemerintah Malaysia menggalang dana dari warganya itu ditempuh setelah munculnya prakarsa pribadi dari seorang warga Malaysia berusia 27 tahun, Nik Shazarina Bakti, dengan slogannya #Please Help Malaysia! Nik berhasil mengumpulkan sekitar 3.500 dollar AS atau sekitar 13.938 ringgit.

Pemerintah kemudian menindaklanjuti prakarsa tersebut dengan jaminan transparansi dari Menteri Keuangan, Lim Guan Eng. “Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan di kalangan rakyat atas posisi utang negara, ada tanda-tanda kesadaran dari rakyat untuk memberi dukungan kepada pemerintah,” ujar Lim.

Diberi nama Tabung Harapan Malaysia, pemerintah sudah mengumumkan nomor rekening dan bank yang akan menampung dana dengan sumbangan harus dalam mata uang ringgit. “Rakyat secara sukarela ingin menyumbang pendapatan mereka kepada pemerintah untuk mengurangi beban utang,” jelas Lim.

Upaya yang ditempuh pemerintah Malaysia ini juga pernah dilakukan rakyat Korea Selatan tahun 1990-an. Saat itu, warga Korsel antre berduyun-duyun untuk menyumbangkan barang-barang berharga, termasuk cincin kawin, guna membantu perekonomian negara dalam menghadapi krisis keuangan Asia.

Namun, pengamat berpendapat penggalangan dana umum seperti yang dilakukan Malaysia tidak akan berdampak besar. “Amat tidak mungkin, melihat skala utang di Malaysia. Akan lama sekali,” kata Krystal Tan, ekonom di Capital Economics.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2018 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!