Ekonomi

Mahal, BPJT bakal Upayakan Taruf Tol Terjangkau

 

JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku regulator jalan tol, menilai bahwa pihaknya sudah mengupayakan membuat tarif jalan tol menjadi terjangkau. Hal ini menanggapi keluhan angkutan logistik terutama pengemudi truk yang mengatakan tarif tol terlalu mahal.

Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna menilai pihaknya sudah berupaya menentukan tarif yang terjangkau. Pihaknya pun sudah melakukan penentuan tarif seadilnya-adilnya, dengan melihat dua sisi, pengguna dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Kami terus berupaya membuat tarif terjangkau,dan dalam menyusun ini kita tetap memperhatikan pengembalian investasinya buat badan usaha juga. Kan gak bisa juga cuma pikirin yang satu sisi saja (pengguna) harus dua sisi, nanti BUJT bingung bayar pinjaman,” ungkap Herry, kepada detikFinance lewat sambungan telepon, Minggu (3/2/2019).

Baca juga :  Rp 220 triliun APBD Mengendap di Bank Daerah, Presiden : Mengganggu Sistem Perekonomian

Upaya yang pihaknya lakukan salah satunya dengan memberikan beberapa insentif untuk pengguna. Seperti rasionalisasi golongan dan diskon 15% untuk perjalanan jarak jauh di dalam tol.

“Nggak (mahal) kok, kita kan sudah buat Rp 1000/km untuk gol I, truk paling gede kan dua kalinya. Upaya membuat tarif terjangkau sudah kami lakukan, dengan cara tarif per-km seribu, rasionalisasi golongan sehingga truk bisa bayar lebih murah, dan diskon 15%,” tutur Herry.

Lebih lanjut, Herry mengatakan untuk penarifan serta insentif untuk Tol Trans Jawa pun masih bisa dievaluasi. Diapun mengatakan wajar apabila masih ada yang kaget dengan tarif yang diberikan.

“Besaran tarif sudah diupayakan untuk lebih murah termasuk kasih insentif, tapi ini masih terus dievaluasi. Ini kan masih baru dibuka ya masih coba-coba, mungkin ada yang bilang kemahalan atau gimana wajar lah, nanti juga terbiasa natural aja pakai tol,” ucap Herry.

Baca juga :  Tol yang Diresmikan Jokowi Sepi Peminat

Herry pun menegaskan apabila memang tarif masih disebut terlalu mahal, pihaknya menerima masukan tersebut. Dua bulan setelah dirilis, menurut dia pihaknya akan melakukan evaluasi pengoperasian Tol Trans Jawa.

“Kalau memang dibilang mahal, kita terima masukannya nanti kita evaluasi. Dua bulan awal kan kami evaluasi, kami pertimbangkan semuanya, termasuk kalau ada yang bilang kemahalan,” ujar Herry.

Sebelumnya, pengemudi truk pengangkut barang beralih haluan dari Tol Trans Jawa kembali melaju di Jalan Pantura. Berpindahnya mereka bukan tanpa alasan, mereka menilai bahwa tarif yang ditentukan untuk truk terlalu mahal.

Perpindahan tersebut terbukti dari, naiknya kepadatan lalu lintas di Jalur Pantura terutama Pekalongan. Dari data Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, tercatat adanya peningkatan arus lalu lintas mencapai sekitar 70%, yang didominasi kendaraan truk, akhir Januari lalu.

Baca juga :  Gegara Investor Beralih ke Aset-aset Berisiko, Dolar Melemah

dtk

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!