Ekonomi

Pendapatan Sejumlah Perusahaan Ritel Mulai Turun

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Data sementara menyebutkan jumlah pekerja meningkat sebesar 3,9 juta pada tahun ini dan upah bulanan rata-rata naik 24 persen, namunpenjualan ritel tetap jauh di bawah tingkat pertumbuhan dua digit tahun lalu.

Padahal, inflasi juga relatif terkendali dan mereda menjadi 3,7 persen pada September 2017. Sedangkan BI melaporkan penjualan peralatan rumah tangga, seperti barang elektronik dan furnitur pada lima bulan berturut-turut hingga Agustus, turun 8 persen dari tahun lalu.

Meskipun kepercayaan konsumen mendekati level tertinggi pada tahun ini di bulan September, namun perusahaan retail terbesar PT Matahari Putra Prima Tbkjustru membukukan kerugian sebesar 170 miliar rupiah atau 12,6 juta dollar AS pada semester pertama tahun ini.

Hal serupa juga dirasakan perusahaan ritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk yang mengaku pada Juli tahun ini mengalami penurunan penjualan 0,5 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan 6,9 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Asisten Gubernur BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan pemotongan suku bunga akan memakan waktu untuk diterapkan. “Sinyalnya cukup jelas, kami ingin ekonomi berjalan lebih cepat,” kata Dody.

Bingung dengan minimnya belanja, Menteri Keuangan memerintahkan jajarannya untuk memeriksa konsumsi di antara berbagai kelompok pendapatan dan menemukan masalahnya terletak pada kalangan menengah dan berpenghasilan tinggi.

Salah satu alasannya, yang menurut beberapa ekonom, adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak. Melalui program tax amnesty berhasil terkumpul 11 miliar dollar AS. Namun, sejak program ini dimulai sampai berakhir justru mempengaruhi pola belanja konsumen masyarakat.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close