Ekonomi

Ruang Pelemahan Rupiah Masih Terbuka

 

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Ruang pelemahan rupiah masih terbuka karena apresiasi dollar AS bakal berlanjut menjelang rilis hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September lalu dan rencana reformasi pajak yang akan diusung pemerintah Amerika Serikat.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (11/10/2017) mengatakan dollar AS menguat menjelang notulen pertemuan dewan kebijakan moneter The Fed pada bulan lalu.

“Notulen itu menjadi perhatian investor dengan sebagian investor masih mengekspektasikan The Fed akan menaikan suku bunga pada Desember. Kondisi itu membuat dollar AS kembali menguat,” katanya.

Penguatan dollar AS diperkirakan bakal berlanjut jika Presiden AS Donald Trump benar-benar merealisasikan rencana reformasi pajak. Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kemarin sore, melemah satu poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.513 rupiah per dollar AS.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia, Rully Nova menambahkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia yang cukup baik dapat menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik minat terhadap aset berdenominasi rupiah.

“Secara umum, data ekonomi nasional yang telah dirilis mengisyaratkan stabilitas, kondisi itu menjaga fluktuasi rupiah tetap stabil,” kata Rully Nova.

Facebook Comments

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Close