Ekonomi

Subsidi Solar Ditambah, Defisit Tetap Terjaga?

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan penambahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Tambahan subsidi solar diusulkan menjadi Rp1.500 per liter dari sebelumnya hanya Rp500 per liter.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski dilakukan penambahan subsidi solar, namun defisit APBN 2018 diperkirakan masih di bawah 2,19% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Defisit APBN diperkirakan masih di bawah 2,19% dari PDB,” ujarnya saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (14/5/2018).

Saat ini, defisit pada April 2018 tercatat sebesar Rp55,1 triliun. Angka ini, masih di bawah 2,19% dari PDB atau jauh lebih kecil dibanding periode yang sama di tahun lalu yang mencapai Rp72,2 triliun.

Bendahara Negara ini menyatakan, penerimaan yang berasal dari sektor minyak dan gas saat ini cukup meningkat, didorong dengan harga komoditas yang naik. Sehingga, rencana kenaikan subsidi dapat ditanggung dari pendapatan tersebut.

“Kenaikan dari penerimaan yang berasal dari migas maupun dari nilai tukar perubahan itu, akan sebagian dialokasikan bagi kenaikan subsidi BBM dan juga dari sisi mengkompensasi Pertamina dan PLN yang harus melakukan penugasan di dalam melaksanakan subsidi itu,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah tengah melakukan kalkulasi terhadap rencana kenaikan subisidi solar. Nantinya, anggaran tambahan subsidi solar ini akan disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Mekanisme pemerintah adalah melakukan kalkulasi ini. Dan nanti akan kita sampaikan pada dewan pada laporan semester pertama,” jelasnya.

Facebook Comments

Most Popular

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 08114167811

Copyright © 2016-2017 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!