Ekonomi

Upaya Kurangi Ketimpangan Tidak Tampak di Kerangka RAPBN 2019

 

 

JAKARTA, EDUNEWS.ID – Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2019 yang dibacakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR, Jumat (18/5/2018) lalu dinilai terlalu datar dan kurang greget.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bahkan menyebut pidato yang disampaikan Menteri Sri Mulyani itu bahkan memperlihatkan bahwa pemerintah belum menunjukkan usaha keras dalam mengurangi ketimpangan ekonomi.

Sebab, pemerintah hanya menargetkan rasio gini tahun 2019 berada di kisaran 0,38 hingga 0,39 saja. Artinya, tidak berbeda jauh dengan angka rasio gini tiga tahun terakhir.

“Memang, meskipun sedikit, dalam tiga tahun terakhir rasio gini kita cenderung turun. Namun, penurunan itu saya kira terjadi bukan karena membaiknya perekonomian rakyat kecil. Tapi lebih karena penurunan spending dari golongan kelas menengah kita, sehingga kini gap-nya jadi lebih kecil. Artinya, turunnya angka rasio gini tadi tidak menunjukkan adanya perbaikan ekonomi,” ujarnya dalam akun Twitter @fadlizon, Sabtu (19/5/2018).

Baca juga :  Gerakan 2019 Ganti Presiden Hak Warga Negara

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu kemudian menyoroti mengenai desain APBN di tahun 2019 yang akan difokuskan untuk pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, ide ini terdengar bagus, tapi dengan catatan jika dilakukan tiga atau empat tahun lalu.

“Menjelang tahun-tahun politik, fokus pada pengembangan sumber daya manusia patut dicurigai penuh dengan bias populisme. Kita akan cermati rencana teknis pemerintah terkait pengembangan sumber daya manusia ini. Jangan sampai APBN kita ditunggangi oleh belanja politik,” sambungnya.

Facebook Comments

Edunews.

Kirim Berita via: redaksi@edunews.id/redaksiedunews@gmail.com
Iklan Silahkan Hub 085242131678

Copyright © 2016-2019 Edunews.ID

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!